Di Lokasi Laka Maut Terios vs KA Jayabaya Pernah Ada Kakak-Adik Tertabrak Juga

Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris saat mengecek TKP Terios vs KA Jayabaya. (Foto: MGN)
Minggu, 30 Juni 2019, 14:41 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Warga meminta perhatian serius dari stakeholder agar Perlintasan KA di KM143+1, Blok Cipedang Jubleg, Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu nyaman dan aman saat dilintasi warga sehingga tidak ada lagi korban jiwa.

Salah satunya dari warga sekitar, M. Tajid (35). Meski perlintasan tersebut tergolong kecil, tetapi ujarnya, begitu berarti bagi warga sekitar. Sebab, jadi jalur utama aktivitas warga yang melakukan berbagai kepentingan, seperti bertani, belanja dan pergi sekolah.

"Malam Minggu perlintasan ramai dilewati warga yang hendak ke pasar malam," kata Tajid saat melihat kunjungan dari Kapolda Jabar Irjen (Pol) Rudy Sufahriadi di lokasi kecelakaan Terios ditabrak KA Jayabaya, yang menyebabkan tewasnya delapan orang.

Baca juga : Kapolda Jabar Cek Lokasi Laka Maut Terios vs Jayabaya yang Tewaskan 8 Orang

Selain ramai saat ada pasar malam, katanya, ramai juga saat musim panen. Beruntung selama ini ada inisatif dari anak muda membuat penutup pintu perlintasan KA dari pipa besi. "Dipasang penutup perlintasan KA sekitar satu tahunan," katanya.

Dipasang penutup pintu perlintasan, lanjutnya, karena sebelumnya pernah ada kecelakaan anak kecil yang ditabrak KA hingga meninggal dunia. "Waktu itu pakai sepeda motor, adik-kakak, ketabrak KA. Satu meninggal, satunya selamat," katanya.

Kecelakaan mobil Daihatsu Terios Nopol E 1826 RA ditabrak Kereta Api (KA) Jayabaya No. KA 144 Relasi Pasar Senen-Malang yang mengakibatkan delapan orang tewas pada Sabtu (29/6/2019) sore, membuat Kapolda Jabar terjun langsung mengecek lokasi. Kapolda di lokasi didampingi Kapolres Indramayu AKBP M. Yoris MY Marzuki, Kasat Reskrim AKP Suseno Adi Wibowo, Kasat Lantas AKP Asep Nugraha dan Kasat Intel AKP Sudiro.

Baca juga : Terios Dikemudikan Kepala KUA Patrol Tertabrak KA Jayabaya, 8 Tewas

Di lokasi, Kapolda sempat berkomunikasi dengan saksi yang tidak lain adalah tenaga sukarela penjaga palang pintu kereta api, Wiliam Saputra dan Supriyadi. Saat kejadian mereka bersama Bombom, namun saat Kapolda datang Bombom masih di jalan.

Kapolres pun sempat berkomunikasi dengan para saksi, bahkan langsung pantau rekonstruksi kecelakaan naas ini. Saksi menyampaikan saat kejadian yang berjaga di lokasi tiga orang, namun tenaga sukarela penjaga palang pintu kereta api semuanya ada enam orang.

"Karena bergantian," ucap Supriyadi yang dipertegas Wiliam.

Baca juga : Alhamdulillah, Sumur Wakaf di Bogor Sangat Membantu di Musim Kemarau

Para saksi tampak syok, karena sudah berupaya menyelamatkan para korban. Namun, para korban akhirnya tertabrak KA. "Kalau saya tidak ditarik, saya dulu yang ketabrak," kata Supriyadi. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal