LampuHijau.co.id - Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Rudy Sufahriadi mendatangi lokasi kecelakaan maut di Perlintasan KA di KM143+1, di Blok Cipedang Jubleg, Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Minggu (30/6/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolda mengecek lokasi kecelakaan mobil Daihatsu Terios Nopol E 1826 RA yang ditabrak Kereta Api (KA) Jayabaya No. KA 144 Relasi Pasar Senen-Malang, yang mengakibatkan delapan orang tewas pada Sabtu (29/6/2019) sore sebelumnya. Kapolda ke lokasi didampingi Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki, Kasat Reskrim AKP Suseno Adi Wibowo, Kasat Lantas AKP Asep Nugraha, dan Kasat Intel AKP Sudiro.
Baca juga : Kapolres Indramayu Cek Personel dan Latih Bela Diri Anggota yang Akan Jaga TPS
Di lokasi, Kapolda berkomunikasi dengan saksi yang tidak lain adalah tenaga sukarela penjaga palang pintu kereta api, Wiliam Saputra dan Supriyadi. "Hasil investigasi sementara Kapolres dan rekan semua di sini, penjaga palang pintu sudah benar," tegas Kapolda.
Sebab, lanjut Kapolda, saksi semua menutup pintunya, namun demikian ada sepeda motor dan mobil yang lewat. "Kereta masih jauh, tapi mesin mobil itu mati, penjaga palang pintu dan temannya sudah mukul-mukul menyuruh (penumpang dan pengemudi) untuk keluar," katanya.
Baca juga : Tata Cara Membersihkan Keris yang Berkarat
Bahkan, saksi sudah berupaya mendorong mobil juga, tapi tidak kuat. "Apa penyebabnya di mobil itu tidak mau keluar? Ini pertanyaan besar," katanya.
Kapolda menyebutkan, akan melakukan evaluasi dan akan memberikan perhatian terhadap rel kereta yang seperti ini. "Semua tidak ingin adanya kecelakaan, mari kita antisipasi dan semoga tidak ada kecelakaan lagi," harapnya.
Baca juga : Terios Dikemudikan Kepala KUA Patrol Tertabrak KA Jayabaya, 8 Tewas
Maka dari itu, kata Kapolda, kalau pintu perlintasan swadaya masyarakat sudah ditutup, tutup saja, tidak ada yang boleh lewat, ini harus dipertegas. "Kalau bisa penutupnya itu diberi warna yang baik, agar bisa jelas dan terang," saran Kapolda.
Kapolda berjanji, akan berkoordinasi untuk mengatasi masalah ini dengan dibicarakan lebih lanjut bersama stakeholder untuk langkah-langkah selanjutnya, dalam rangka memberi keamanan bagi masyarakat. (MGN)