LampuHijau.co.id - Setiap bencana pasti menyisakan duka dan kerugian. Termasuk banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Selain menghancurkan rumah dan infrastruktur, warga terdampak juga dihadapkan pada permasalahan pascabencana. Salah satunya pasokan makanan. Pasalnya, akses jalan dan transportasi terputus usai dihantam banjir.
Seperti dikutip news.act.id, Kamis (27/6/2019), lumpur sisa banjir yang menutup akses jalan membuat tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) harus berjuang ekstra guna menembus ke Desa Puusuli, Kecamatan Andowia. Tim bergerak ke lokasi guna mendistribusikan paket pangan, bagi para korban terdampak banjir.
Baca juga : Ketua MPR: Pilpres Itu Bukan Perang Total dan Perang Badar
Hasbullah dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT mengatakan, pascabanjir masyarakat di Desa Puusuli kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Selain jalur utama yang putus, tak adanya transportasi juga menghambat keluar-masuknya kebutuhan di desa mereka.
"Di sini kami mendistribusikan 100 paket pangan bersama Wardah ke masyarakat terdampak,” jelasnya.
Baca juga : Bamsoet Harap Perebutan Kursi Ketum Golkar Damai
Untuk diketahui, Desa Puusuli di Kecamatan Andowia merupakan salah satu desa terdampak paling parah akibat banjir. Selain menghanyutkan rumah-rumah warga, banjir juga merusak perkebunan mereka. Akibatnya, aktivitas perekonomian ratusan kepala keluarga di desa ini terhenti. Bantuan dari luar, salah satunya dari ACT, sangat dibutuhkan para korban.
Sementara, status tanggap darurat masih diberlakukan di wilayah Konawe Utara sejak banjir melanda empat pekan lalu. Masa tanggap darurat akan diakhiri pada Sabtu (29/6) esok, setelah diperpanjang pada Minggu (16/6). (Yud)