LampuHijau.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat dua orang wafat akibat tersambar petir di dua lokasi yang berbeda di Kabupaten Cirebon.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan Kabupaten Cirebon saat itu terjadi hujan dengan intensitas sedang disertai petir.
Akibat cuaca ekstrem disertai petir, lanjut dia dua orang wafat dan dua orang mengalami luka setelah tersambar, tiga di satu lokasi, sedangkan yang satu di areal persawahan.
Baca juga : Ormas Minta THR Lebaran ke Warga dan Pengusaha, Kombes Zain : Kami Tindak Tegas !
"Korban wafat sebanyak dua orang, dan keduanya tersambar petir," kata Deni Nurcahya kepada awak media di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (1/4/2023).
Ia menjelaskan korban wafat yaitu seorang pedagang empal gentong bernama Kholifah (45) berasal dari Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Korban wafat lainnya, lanjut dia, yang tersambar petir di areal persawahan, yakni Suwanda (57) berasal dari Desa Kedung, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.
Baca juga : Polres Subang Larang Warga Jual dan Nyalakan Petasan
Selain dua orang wafat, kata dia, terdapat dua luka berat yaitu Halim (44), dan Adi Kurniawan (33), keduanya kini berada di rumah sakit dalam perawatan.
"Korban wafat sudah dibawa keluarga, dan yang luka dilarikan ke rumah sakit," tuturnya.
Dari kejadian ini, ia mengimbau masyarakat ketika terjadi sambaran petir untuk tidak berada di tanah lapang atau di bawah pohon, lebih baik masuk ke dalam rumah agar aman dari sambaran petir. (MGN)