Mengenang Dian Al Mahri, Pendiri Masjid Kubah Emas

Masjid Kubah Emas Bisa Terbangun Karena Keajaiban Sedekah

Jumat, 29 Maret 2019, 22:54 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Masjid Kubah Emas hampir tiap hari ramai oleh pengunjung. Hari Sabtu dan Minggu lebih membludak. Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut juga menjadi kawasan wisata keluarga. Kubah-kubah emasnya sangat menarik dan fenomenal sejak kemunculannya beberapa tahun lalu. Keberadaan Masjid Kubah Emas tidka lepas dari sosok pendirinya, Dian Al Mahri. Jumat (29/3) di ni hari kemarin, pendiri Masjid Kubah Emas tersebut meninggal dunia.

Nama lengkapnya adalah Hj. Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais dan meninggal di RS Pondok Indah sekitar pukul 02.20 WIB karena sesak nafas. Jumat siang jenazah dimakamkan di halaman kompleks Masjid Kubah Emas, Cinere, Kota Depok. Hj. Dian Al Mahri merupakan pengusaha asal Banten. Dia dikeanl sebagai dermawan alias senang bersedekah. Ini juga menjadi rahasia di balik kemegahan Masjid Kubah Emas. Karena menurutnya masjid bisa terbangun karena keajaiban sedekah.

Baca juga : KEREN! Kota Bogor Jadi Pilot Project Rencana Aksi Udara Bersih

Awalnya, Hj. Dian membeli sebidang tanah di Brunei Darussalam. Dia membeli tanah untuk investasi. Ternyata tanah itu mengandung minyak bumi. Akhirnya di tanah tersebut dibangun pertambangan sana. Keuntungan dari minyak bumi itu setengahnya diinfakkan. Bukti kedermawanan lainnya adalah Jalan Raya Meruyung yang dicor karena banyaknya bus yang lewat terutama pada hari libur. Bus-bus itu datang dari berbagai daerah Indonesia untuk mengunjungi Masjid Kubah Emas Depok.

Masjid Kubah Emas dibangun pada tahun 2001. Sedangkan tanahnya sudah dibeli sejak tahun 1996. Pembangunan selesai akhir tahun 2006. Masjid dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha. Luas keseluruhan kawasan adalah 50 hektare, sedangkan masjid menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi. Masjid dapat menampung 20.000 jemaah.

Baca juga : Sekda Tangerang Ingin Kenalkan Pasar Modal ke Anak Muda

Aslinya Masjid yang disebut sebagai ternegah se Asia Tenggara itu ini bernama Masjid Dian Al Mahri, dari nama pendirinya, namun oleh masyarakat sekitar sering disebut dengan Masjid Kubah Emas. Sebutan Masjid Kubah Emas memang lantaran dari lima kubah di bangunan masjid semuanya berkilau karena dilapisi emas. Kubah memang menggunakan material emas dengan 3 teknik pemasangan. Pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota/pilar. Kedua gold plating yang terdapat pada lampu gantung, tangga, pagar, ornamen kaligrafi di langit-langit kubah dan ornamen dekoratif di atas mimbar mihrab. Ketiga gold mozaik solid yang terdapat di kubah utama dan kubah menara.

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret, halaman dalam dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia. Luar biasa. Al Fatihah untuk Hj Dian Al Mahri.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal