LampuHijau.co.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang didesak untuk mengecek kelaikan jalan kendaraan angkutan galon Aqua dan kendaraan besar lainnya untuk antisipasi terjadinya kecelakaan di kemudian hari.
Desakan ini disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Pantura (AMPAR) Subang Asep Maulana menanggapi terjadinya kecelakaan truk fuso muatan galon Aqua menyebabkan satu orang wafat dan satu orang luka-luka.
Kecelakaan truk fuso muatan galon Aqua terjadi di Jalan Raya Bandung-Subang tepatnya Desa Cijambe, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (17/03/2023) sekitar jam 14.00 wib.
Kecelakaan berawal truk fuso muatan galon Aqua Nopol B-9567-KYT dikemudikan Rendi Ramdani (37), warga Desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang meluncur dari arah Bandung ke Subang.
Baca juga : TMP Jabar Desak Pemda Subang Audit Seluruh Kendaraan Angkutan Galon Aqua
Begitu di lokasi, truk fuso muatan galon Aqua menabrak 7 kendaraan. Pengendara Yamaha Aerox Nopol T-5325-ZK, Hadiana (36), warga Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang yang mengalami luka berat akhirnya wafat saat di RSUD Subang.
Asep Maulana mengaku sangat prihatin kecelakaan berulang kali terjadinya di lokasi hampir sama di wilayah Cijambe. Kali ini, kecelakaan melibatkan truk fuso angkutan galon Aqua tabrak 7 kendaraan, sehingga merenggut korban jiwa satu orang.
Berkaca dari kejadian itu, menurut Asep Maulana, tentunya perlu ada kehati-hatian dari pengemudi dan perusahaan yang memiliki kendaraan besar dan bertonase berat harus kontinu atau berkesinambungan dalam merawat kendaraannya.
"Hal ini pun harus dibarengi dengan tindakan nyata dari Dishub Kabupaten Subang dengan sering mengecek kelaikan jalan kendaraan bertonase berat," ucap Asep Maulana di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (18/03/2023).
Baca juga : Kadinkes Subang Berikan Bantuan Kursi Roda kepada Anak Derita Cerebral Palsy
Dengan pengecekan tersebut, kata Asep Maulana, kendaraan besar dan bertonase besar yang dimiliki perusahaan akan menjadi terkontrol. "Makanya, saya minta Dinas Perhubungan cek kelaikan jalan seluruh truk fuso muatan galon Aqua dan kendaraan besar lainnya yang beroperasi di wilayah Kabupaten Subang," ucapnya.
Selain itu, Asep Maulana pun berharap kepada Dishub Kabupaten Subang bisa memanage dan mencari solusi yang terbaik dengan adanya kejadian-kejadian kecelakaan yang terulang di lokasi yang hampir sama supaya ke depannya tidak terulang kembali.
"Harusnya mempunya inovasi untuk meminimalisir kecelakaan yang selalu merenggut nyawa di wilayah Cijambe. Misalnya, dibangun jalur penyelamatan untuk kendaraan saat rem blong agar tidak menabrak kendaraan lainnya," ucapnya.
Kecelakaan yang terjadi, kata Asep Maulana menjadi pembelajaran, sehingga harus dibenahi supaya tidak terulang kembali, karena nyawa manusia sangat berharga apalagi korban kecelakaan merupakan tulang punggung keluarga.
Baca juga : Kadinkes Subang Bersama Niko Rinaldo Berikan Kursi Roda ke Penderita Stroke
"Jadi Dinas Perhubungan tidak bisa tinggal diam dengan kejadian ini, serta perusahaan pun harus memanage kendaraan besarnya dan pengemudinya supaya kecelakaan tidak terjadi lagi, karena akibat kecelakaan sangat merugikan masyarakat," ucapnya.
Kapolres Subang AKBP Sumarni melalui Kanit Laka Lantas Polres Subang Ipda Endang Sudrajat mengatakan jajarannya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan truk fuso muatan galon aqua yang menyebabkan satu orang wafat. "Masih lidik," ucapnya.
Untuk sopir truk fuso muatan galon aqua, lanjut Ipda Endang Sudrajat, masih dirawat di RSUD Subang. "Pengemudi masih mendapatkan perawatan di rumah sakit," ucap Ipda Endang Sudrajat. Kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan di Mapolres Subang. (MGN)