LampuHijau.co.id - Organisasi Masyarakat Pro Jaga Lembur (Ormas Proja) Kabupaten Subang desak Bupati Subang Ruhimat ganti Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang dan evaluasi pelayanan kesehatan pada rumah sakit milik daerah tersebut.
Permintaan ini disampaikan Pembina Ormas Proja Kabupaten Subang Jagur Ondi Muhdarojat, SH menanggapi meninggalnya ibu hamil yang diduga ditolak oleh RSUD Subang dan buruknya pelayanan tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit itu.
Ia menyampaikan sangat prihatin dan belasungkawa sedalam-dalamnya dengan meninggalnya, Kurnaesih (39 tahun) dan anak dalam kandungan yang diduga ditolak saat akan melahirkan di RSUD Subang.
"Semoga almarhumah dan anaknya diterima imannya di sisi Allah SWT dan dimaafkan segala dosa-dosanya," ucap Jagur Ondi Muhdarojat, SH di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemarin.
Baca juga : Kader Diminta Terus Membantu Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat
Atas kematian ibu hamil tersebut, lanjut dia, pihak yang bertanggung jawab harus ada suatu proses atau langkah konkrit dari pihak terkait untuk sanksi hukum atau sanksi administratif dari pihak yang berwenang.
Selain itu, lanjutnya, pihak terkait untuk melakukan evaluasi secara keseluruhan terhadap RSUD Subang, baik secara sistem, pelayanan kesehatan maupun pelanggaran hukum sesuai Undang-undang Kesehatan.
"Wajib ada evaluasi secara menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Subang. Karena, RSUD Subang merupakan rumah sakit pemerintah dibiayai oleh pemerintah, uang kita, uang rakyat," ujarnya.
Makanya, lanjutnya, pelayanan harus lebih baik. Karena, sangat banyak keluhan sejak lama termasuk warga Proja juga di media sosial pun jelas kalau pelayanan kurang ramah, apatis dan pasien yang berobat kurang dapat pelayanan yang wajar.
Baca juga : Ketua DPD RI Minta Pengawasan Penjualan Racun Online Diperketat
Untuk itu, ia berharap RSUD Subang bisa menjadi suatu rumah sakit yang meneladani semua rumah sakit swasta. "Kami meminta wajib dilakukan perbaikan pelayanan agar menjadi suatu rumah sakit yang baik di Kabupaten Subang," ucapnya.
Selain evaluasi, lanjutnya, Ormas Proja Subang pun mendesak Bupati Subang Ruhimat mengganti Direktur Utama RSUD Subang dr Ahmad Nasuhi. "Proja Subang mendesak pak Bupati supaya mengganti Direktur Utama RSUD Subang," ucapnya.
Ormas Proja Subang, lanjutnya, berharap Direktur Utama RSUD Subang ke depannya selain taat aturan sumpah jabatan, memiliki niat, nurani dan tekad mengedepankan rasa kemanusiaan. "Medis itu lebih dituntut dan di kedepankan kemanusiaan karena menyangkut nyawa manusia," ujarnya.
Proja Subang, lanjutnya merupakan salah satu pegiat sosial dan kesehatan yang perlu menyikapi seperti ini, karena bayangkan saja kalau yang mengalami hal tersebut keluarga kita semua.
Baca juga : Anggota Baleg: Perlu Peran Besar dan Partisipasi Publik Bahas Aturan RUU POM
"Jadi, untuk kesehatan wajib mendapatkan suatu pelayanan kesehatan yang sangat baik, karena itu amanat konstitusi," tegasnya.
Direktur Utama RSUD Subang dr. Ahmad Nasuhi, beberapa waktu lalu, mengatakan, tidak benar kalau Kurnaesih ditolak di RSUD Subang. "Tidak benar jika pasien tidak dilayani dan ditolak," tegasnya.
Pihak RSUD Subang, lanjutnya sudah berusaha menangani Kurnaesih di IGD RSUD Subang. "Kami juga mohon maaf, bukannya kami tidak berusaha. Namun, karena kondisi ICU penuh,” ucapnya. (MGN)