Buntut Kasus Ibu Hamil Meninggal, Maman Imanulhaq Desak Kemenkes Evaluasi Manajemen RSUD Subang

Anggota DPR RI dari Dapil Jabar IX, KH Maman Imanulhaq. FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Kamis, 9 Maret 2023, 15:51 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Duka mendalam masih menyelimuti hati Juju Junaedi, suami korban ibu meninggal dunia yang sempat ditolak RSUD Ciereng, Kabupaten Subang.

Kepergian istri dan bayinya itu benar-benar membuatnya sedih, apalagi kematian istri dan anak yang diharapkannya itu karena diduga tak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Anggota DPR RI dari Dapil Jabar IX, KH Maman Imanulhaq pun ikut geram mendengar kabar nahas itu. Ia lantas meminta adanya investigasi serta proses hukum bila diperlukan terhadap segala pihak yang bertanggung jawab.

Baca juga : LBH KAI Jawa Barat Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Ibu Hamil Meninggal Usai Diduga Ditolak RSUD Subang

Tidak hanya itu, Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu pun mendesak Kementerian Kesehatan untuk mengevaluasi manajemen RSUD Ciereng.

Menurut Kiai Maman, kasus ini membuka tabir persoalan pada sistem manajeman rumah sakit. Jangan, kata Kiai Maman, karena urusan administratif, RS justru malah mengabaikan keselamatan nyawa pasien.

Apalagi RSUD Ciereng adalah rumah sakit milik pemerintah yang dibiayai oleh APBD. "Jangan sampai kasus ini berulang. Di tengah usaha kita menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi, ada rumah sakit yang malah menolak pasien ibu yang melahirkan," kata Kiai Maman kepada wartawan, Kamis (9/3/2023).

Baca juga : Polisi Lidik Kasus Ibu Hamil Meninggal Dunia Usai Diduga Ditolak RSUD Subang

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Majalengka, Subang, Sumedang itu pun telah mengutus timnya untuk bertemu dengan keluarga korban dan mencari tahu pangkal soal yang sebenarnya.

Ternyata, kata Kiai Maman, dari pengakuan suami korban memang betul pasien sempat ditolak karena alasan belum memiliki rujukan dari Puskesmas Tanjungsiang.

"Kabar ini melukai rasa kemanusiaan kita. Bagaimana mungkin seorang ibu yang ingin melahirkan dalam kondisi yang lemah justru tidak mendapatkan prioritas layanan kesehatan. Saya merasakan kemarahan publik karena memang kasus ini menggores nurani publik," kata Kiai Maman.

Baca juga : Reses di Kabupaten Subang, Maman Imanulhaq Bawa Bantuan dan Spirit Perubahan

Terakhir, Politisi PKB ini pun menuntut Kemenkes dan Pemda untuk segera melakukan evaluasi, mengaudit, dan mengambil tindakan lanjutan untuk mencari pangkal masalah, apakah ada kesalahan pada sistem pelayanan kesehatan atau karena kelalaian manajemen rumah sakit.

"Jangan sampai ada kasus-kasus serupa terjadi kembali karena lagi-lagi rakyat kecil yang akan jadi korbannya," ujar Kiai Maman menutup. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal