LampuHijau.co.id - Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pagaden mengapresiasi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Subang dr Maxi dan tenaga kesehatan Puskesmas Pagaden yang gerak cepat (gercep) menangani warga yang keracunan diduga akibat makan nasi kotak.
Nasi kotak yang dimakan warga diberikan panitia pada saat Peringatan Malam Nisfu Syaban di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muniriyah, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Selasa, 7 Maret 2023 malam.
Camat Pagaden Muhammad Rudi mengatakan pada malam itu, jemaah yang hadir diperkirakan sekitar 3.000 orang dari berbagai daerah tak hanya dari Kecamatan Pagaden, saja. Panitia siapkan 2.500 nasi kotak, 500 nasi putih dan nasi kebuli.
"Saat itu, banyak yang tidak kebagian, jadi kemungkinan jemaah di atas 3.000 orang. Jamaah makan bareng. Malam belum ada kejadian, pas tadi pagi dapat telepon dari kepala Puskesmas," ucapnya saat berada di kantornya, pada Rabu (8/3/2023) sore.
Saat itu, pihaknya dapat kabar kalau ada beberapa orang yang merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah dan diare. Dapat informasi itu, ia meluncur ke lokasi, dan waktu itu tenaga kesehatan sudah siap di IGD puskesmas dan Rumah Bidan Yati.
"Rumah bidan Yati jadi posko pengobatan bagi warga yang bergejala mual, muntah, pusing dan diare. Pokoknya gercep, jadi semua ditangani. Yang butuh rawat inap langsung dirujuk ke IGD puskesmas," ucap mantan Camat Sukasari, tersebut.
Baca juga : Jelang HPN Medan, Bamsoet: Pers Nasional Harus Jadi Piranti Demokrasi
Ia apresiasi Kadinkes Subang dan tenaga kesehatan Puskesmas Pagaden gerak cepat (gercep) menangani warganya yang keracunan. "Berterima kasih kepada jajaran Puskesmas Pagaden dan Kadinkes yang bantu menangani kejadian ini," ujarnya.
Tadi pun, lanjut mantan Camat Sukasari tersebut, Kadinkes Subang dr Maxi sudah mengumumkan kepada kepala puskesmas se-Kabupaten Subang untuk menangani warga bergejala muntah dan diare usai mengikuti acara di Ponpes Al Muniriyah.
"Karena jamaah bukan hanya dari Pagaden, tapi luar daerah, bahkan luar Kabupaten Subang. Tadi, dr Maxi sudah memberikan informasi kepada seluruh puskesmas untuk menangani warga yang kemungkinan mengalami keracunan," ucapnya.
Baca juga : Tangkap Pencuri Buku SD, Disdikbud Apresiasi Polres Indramayu
Kadinkes Subang dr Maxi, SH, MH.Kes membenarkan karena jamaah Ponpes Al Muniriyah dari seluruh kecamatan, sehingga mengumumkan kepada kepala puskesmas se-Kabupaten Subang agar kalau ada pasien dengan muntah dan diare berobat dilayani gratis.
"Masyarakat yang punya gejala muntah dan diare setelah dari acara di Ponpes Al Muniriyah silakan datang ke puskesmas untuk berobat gratis," ucap pemilik Klinik Happy Healthy dan Apotek Happy Healthy Farma, tersebut. (MGN)