LampuHijau.co.id - Lembaga Bantuan Hukum Kongres Advokat Indonesia (LBH KAI) Jawa Barat mendesak Polres Subang mengusut tuntas kejadian ibu hamil meninggal dunia usai diduga ditolak saat akan melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.
Direktur LBH KAI Jawa Barat Adv. Qorib, SH., MH., CIL., C.Me mendukung Polres Subang melakukan pengusutan terhadap kejadian ibu hamil meninggal dunia usai diduga ditolak saat akan melahirkan di RSUD Subang.
"Kami mendukung dan mendesak Polres Subang mengusut tuntas kasus ini, agar terang benderang dan yang paling penting masyarakat perlu tahu persoalan ini supaya pengawasan diperketat serta tidak terulang kembali adanya pelayanan yang tidak baik," ucap Adv. Qorib, SH., MH., CIL., C.Me dihubungi melalui sambungan telepon dari Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (8/3/2023).
Kasus ini, menurutnya, menyangkut nyawa dan hajat hidupnya orang banyak yang erat kaitanya dengan pelayanan umum kesehatan di RSUD Subang. Karena semua warga negara punya hak yang sama untuk mendapatkan pelindungan kesehatan melalui rumah sakit, dan untuk pembiayaan negara sudah memberikan fasilitas BPJS Kesehatan.
Baca juga : Polisi Lidik Kasus Ibu Hamil Meninggal Dunia Usai Diduga Ditolak RSUD Subang
Fasilitas itu, lanjutnya, diberikan negara kepada masyarakat, sehingga jangan sampai negara sudah memfasilitasi tapi oknumnya yang membuat masyarakat tidak dapat pelayanan kesehatan dengan baik. Makanya, pengusutan kasus ini harus tuntas agar masyarakat mengetahui penyebab ibu hamil tersebut bisa meninggal dunia.
"Apakah ibu hamil yang hendak melahirkan tidak dilayani rumah sakit atau seperti apa? Jadi, kesalahannya di mana? Polres Subang harus usut tuntas kasus tersebut hingga terang benderang. Masyarakat nanti paham, di mana letak kesalahannya apakah memang ada kesengajaan, kelalaian atau memang imbas buruk dari pelayanan rumah sakit yang tidak baik. Saya siap mendampingi keluarga korban untuk mengawal proses ini secara ikhlas dan sukarela," ujarnya.
Kepala Polres Subang AKBP Sumarni mengatakan pihak Kepolisian melakukan pendalaman terhadap kasus ibu hamil meninggal dunia setelah diduga ditolak pihak RSUD Subang saat akan melahirkan.
"Pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman, dan serangkaian penyelidikan terkait dengan kasus tersebut," ucap AKBP Sumarni kepada awak media di Mapolres Subang, Jawa Barat, Selasa (7/3/2023).
Baca juga : Ketua PKB Jawa Barat Resmikan Mural Gus Muhaimin Presiden 2024 di Subang
Jika kasus tersebut terdapat unsur pidana, lanjut mantan Kapolres Sukabumi Kota ini, maka akan diproses secara hukum. "Jika masuk unsur pidananya, pasti kita lakukan penindakan," ucap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.
Karena informasinya sudah viral, lanjut AKBP Sumarni, sehingga melakukan penyelidikan dan minta keterangan kepada saksi. "Informasinya sudah viral, makanya kita lakukan penyelidikan, dan beberapa orang dimintai keterangan," ujarnya.
Ibu hamil yang meninggal dunia setelah diduga ditolak RSUD Subang, Kurnaesih. Perempuan berusia 39 tahun tersebut meninggal dunia pada Kamis (16/2/2023) malam, yang saat itu kondisi kandungan sudah berusia sembilan bulan.
Pihak keluarga sempat membawa Kurnaesih ke Puskesmas Tanjungsiang. Karena tak ada perubahan, Kurnaesih dibawa ke RSUD Subang. Kurnaesih sempat diterima oleh Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca juga : Corong Rakyat Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Formula E
Saat akan masuk ruang pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif untuk mendapatkan tindakan, Kurnaesih malah ditolak RSUD Subang dengan alasan rumah sakit belum menerima rujukan dari Puskesmas Tanjungsiang.
Setelah diduga ditolak RSUD Subang dengan kondisi yang kritis, Kurnaesih lalu dibawa oleh suaminya, Juju Junaedi (46) ke rumah sakit di Bandung. Namun, saat dalam perjalanan, Kurnaesih meninggal dunia.
Direktur Utama RSUD Subang dr. Ahmad Nasuhi, dua hari lalu, menyampaikan, tidak benar kalau Kurnaesih ditolak di RSUD Subang. "Tidak benar jika pasien tidak dilayani dan ditolak," tegasnya.
Pihak RSUD Subang, lanjutnya sudah berusaha menangani Kurnaesih di IGD RSUD Subang. "Kami juga mohon maaf, bukannya kami tidak berusaha. Namun, karena kondisi ICU penuh,” ucapnya. (MGN)