LampuHijau.co.id - Perum Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) Subang mengapresiasi Polres Subang yang telah mengungkap pengoplosan beras Bulog dengan beras berkualitas rendah yang dijual dengan harga lebih mahal.
Kepala Bulog Subdivre Subang Ramaijon Purba mengatakan sangat menyesal karena adanya pengoplosan beras Bulog dengan beras berkualitas rendah yang dijual lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET).
Padahal, lanjut Ramaijon, beras medium kualitas premium dari Bulog seharga Rp8.300 yang kemudian dijual mitra langsung ke pembeli atau rumah tangga dengan HET Rp9.450 per kgnya.
Baca juga : Dua Bulan, Satnarkoba Polres Subang Ringkus 13 Pengedar Sabu dan Ganja
Rupanya beras yang dioplos seorang pedagang di Pasar Inpres Pamanukan, Kabupaten Subang, BHR, dengan harga mencapai Rp10.400 hingga Rp11.000 per kgnya ketika dijual kepada masyarakat.
"Harapan kita, ini adalah terakhir, jangan sampai terjadi lagi karena sejatinya beras Bulog itu untuk menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga," ujarnya, di Mapolres Subang, Selasa (7/3/2023).
Bulog menggelontorkan beras ke mitra, lanjut Ramaijon, dengan tujuan agar daya beli masyarakat terjangkau dan inflasi terkontrol, sehingga pengoplosan agar tidak terjadi kembali di kemudian hari.
Baca juga : Kapolres Subang Ajak Pengurus PKS Kolaborasi Jaga Kondusifitas Daerah
Maka dari itu, pihaknya berterima kasih kepada Polres Subang telah mengungkap kasus tersebut. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Subang yang telah mengungkap kasus ini," ujar Ramaijon.
Kepala Polres Subang AKBP Sumarni pun berharap tidak ada lagi masyarakat, para pedagang dan pelaku usaha melakukan tindakan-tindakan pengoplosan beras Bulog dengan beras berkualitas rendah.
"Kita menjaga harga beras di pasaran jangan sampai harganya melonjak terlalu tinggi. Untuk itu, jangan sampai pengoplosan beras Bulog terulang kembali di kemudian hari," ucapnya.
Baca juga : Kepala SMA PGRI 1 Subang Apresiasi Karnaval Keselamatan Berlalu Lintas
Polres Subang, lanjut AKBP Sumarni, akan menindak tegas pelaku yang mengoplos beras Bulog dengan beras berkualitas rendah seperti yang telah dilakukan oleh jajaran Sat Reskrim Polres Subang. (MGN)