LampuHijau.co.id - Bupati Subang Ruhimat bersama Kapolres Subang AKBP Sumarni dan Dandim 0605/Subang Letkol Inf Bambang Raditya cek lokasi dan korban banjir di Kecamatan Ciasem dan Blanakan, pada Selasa (28/2/2023) dari sore hingga malam.
Mereka berkunjung ke tiga lokasi yaitu Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, serta Desa Rawameneng dan Desa Cilamaya Hilir, Kecamatan Blanakan. Selain lihat lokasi banjir yang sudah terjadi selama dua hari akibat curah hujan tinggi, juga melihat korban banjir.
Baca juga : Kapolres Subang dan Dandim Bagikan Makanan kepada Korban Banjir Ciasem
Ruhimat mengatakan warga terdampak banjir berjumlah kurang lebih 5.000 kepala keluarga (KK) di 14 Desa. "Untuk itu, saya imbau warga yang terdampak banjir segera mengungsi ke tempat telah disediakan," ujar Kang Jimat, sapaan akrab Ruhimat.
Selain itu, Kang Jimat meminta kepada para pihak terkait untuk memonitoring warga yang terdampak sehingga tidak ada warga yang terisolir akibat banjir. "Untuk aparatur desa, BNPB, kepolisian dan Babinsa Binmaspol saya mohon untuk tetap patroli jangan sampai ada warga terisolir," ujarnya.
Baca juga : Dukung Ekonomi Desa Siluman, Kapolres Subang Kunjungi Sentra Pengrajin Mebel
Kang Jimat menambahkan bahwa hal utama yang disiapkan saat terjadi banjir adalah kebutuhan logistik seperti makanan dan kesehatan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui BPBD dan Dinas Sosial dibantu oleh Polres Subang, Kodim 0605/Subang, Lanud Suryadharma, Tagana dan lainnya.
"Kita sudah siapkan untuk dapur umum, baik dari pihak polri, pihak Lanud dan dari kita dari pihak Pemda melalui dinas sosial, sehingga jangan sampai rakyat kelaparan dan jangan sampai warga sakit," ucapnya.
Baca juga : PMII Apresiasi Polres Subang Berantas Narkotika dan Sediaan Farmasi Ilegal
Kang Jimat pun berharap, banjir yang sering terjadi di wilayan Ciasem tidak kembali terjadi dikemudian hari. Untuk itu, dirinya akan berupaya mencari solusi, salah satunya dengan audiensi ke BNPB.
"Kami Forkopimda hadir langsung untuk meninjau sekaligus untuk mencari solusi bagaimana ke depan jangan sampai terjadi seperti ini lagi. Saya juga akan berdiskusi dengan BNPB pusat mudah-mudahan ada solusi yang terbaik supaya tidak terjadi lagi hal seperti ini," ucap Kang Jimat. (MGN)