LampuHijau.co.id - Warga Dusun Langgensari, Desa Anggasari Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang mulai merasakan gatal-gatal. Ini terjadi karena banjir yang hampir satu bulan tak kunjung surut, sehingga setiap hari mereka terpaksa beraktivitas di tengah banjir.
Hal tersebut disampaikan Ketua Mahija Abhinaya Paramesti (MAP) Social Humanity Kabupaten Subang Ahmad Hidayat kepada Lampu Hijau di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu, 25 Februari 2023.
Ahmad Hidayat mengaku miris dengan kondisi yang dirasakan masyarakat Dusun Langgensari. "Saya sangat miris melihat kondisi di Dusun Langgensari. Banyak sawah tidak bisa ditanami padi, dan jompo tinggal di rumah tidak layak huni," ucapnya.
Baca juga : Kulineran Di Depok Lezat dan Butuh Perhatian Pemerintah
Selain itu, lanjut Ahmad Hidayat, pejabat belum ada yang turun bantu masyarakat Dusun Langgensari. Makanya, masyarakat sangat berharap pejabat untuk turun memberikan bantuan kepada mereka.
"Saya suka heran dengan pejabat yang memang sudah jelas fasilitasnya ko kenapa sulit untuk turun? Masyarakat sangat berharap pemangku kebijakan meninjau langsung ke Dusun Langgensari," ujarnya.
Sementara itu, ia dan relawan terus turun membantu masyarakat. "Saya dan teman - teman relawan yang serba kekurangan saja masih terus turun untuk membantu meringankan beban mereka," ucapnya.
Masyarakat, kata Ahmad Hidayat minta solusi supaya banjir tidak terus terjadi di daerah mereka. "Seringnya banjir di daerah ini mohon segera ada solusi terbaik agar masyarakat tidak merasakan kesusahan aktivitas oleh genangan air," ucapnya.
Banjir tersebut, lanjut Ahmad Hidayat sudah berdampak pada kesehatan masyarakat di daerah tersebut. "Masyarakat sudah merasakan gatal-gatal karena air yang sudah satu bulan belum surut. Mohon untuk dicek kesehatan mereka," pintanya.
Satu dari sekian warga yang merupakan korban banjir adalah Suganda. "Tulung pak, nih masyarakat Langgensari sudah satu bulan banjir nggak surut-surut, pak," ucap Suganda, sambil minta jalan dicor. (MGN)