Pemulihan Pascabanjir di Kotabaru, ACT Hadirkan Air Bersih Buat Warga

Bantuan tandon air dari ACT. (Foto: ACT)
Kamis, 20 Juni 2019, 09:28 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pascabanjir yang menerjang Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mulai meninggalkan problem bagi para korban terdampak. Selain menyisakan lumpur dan penyakit yang diderita warga, banjir juga membuat mereka sulit mendapat air bersih. Air bersih jadi kebutuhan mendesak bagi warga Kotabaru, setelah sepekan lebih dilanda banjir sejak Sabtu (8/6/2019) kemarin.

Satu masalah pergi, masalah lainnya datang. Ya, demikian yang kini harus dihadapi korban terdampak. Meski air mulai surut, tapi permasalahan pascabanjir mulai dirasakan mereka.

Baca juga : Penyakit Pascabanjir Mulai Timbul, Tim Medis ACT Gelar Layanan Kesehatan

Kebutuhan mendesak warga akan air bersih, lekas direspons Aksi Cepat Tanggap (ACT). Salah satunya dilakukan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, dengan memberi bantuan berupa tandon air dengan volume 5.500 liter, Senin (10/6) kemarin.

Pada Senin (10/6), Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Hamas Al Qosam mengatakan, krisis air bersih di Desa Gunung Sari karena jaringannya terputus. Kata dia, jaringan hasil swadaya masyarakat ini hancur akibat dihantam banjir.

Baca juga : Banjir Konawe Utara, MRI-ACT Masih Berjibaku dengan Lumpur

"Air yang mengalir ke permukiman warga kemungkinan baru akan normal setengah bulan ke depan, sedangkan air menjadi kebutuhan sehari-hari," jelasnya seperti dikutip news.act.id, Rabu (18/6).

Lanjutnya, tandon serupa bakal dikirim untuk desa lainnya mengingat pentingnya air bersih bagi keperluan sehari-hari warga. Di antaranya di Desa Sigam, Desa Hilir, serta Desa Baharu. Ketiga desa itu juga mengalami kerusakan jaringan air akibat diterjang banjir bandang. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal