LampuHijau.co.id - Sari Ater Hot Spring Resort Ciater selalu berkomiten untuk berkontribusi bagi Kabupaten Subang. Kontribusi tersebut melalui bagi hasil pengelolaan lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Subang serta pembayaran aneka pajak.
Corporate HR & GAM Sari Ater Hot Spring Resort Ciater Dadang M Julia mengatakan Sari Ater Hot Spring Resort Ciater sudah lama bermitra dengan Pemda Kabupaten Subang, sehingga terjalin chemistry.
Kerjasama tersebut berupa pengelolaan lahan seluas 9 hektar sesuai perjanjian antara dua belah pihak. Dari perjanjian itu terdapat kesepakatan bagi hasil diberikan kepada Pemda Kabupaten Subang.
"Sari Ater Hot Spring Resort Ciater tidak hanya berkontribusi dalam bagi hasil, tapi juga pajak hotel dan restoran, pajak parkir, pajak reklame, serta pajak bumi dan bangunan yang tepat waktu dan tepat jumlah," ucapnya, pada Rabu (25/01/2023).
Baca juga : Mulai Hari Ini, Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua Berlaku Bagi Masyarakat
Pada tahun 2020 dan 2021, lanjut Dadang, pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor pariwisata. Sari Ater Hot Spring Resort Ciater pun terdampak pandemi Covid-19. Akibat pandemi Covid-19, pendapatan menurun rajam.
Penurunan pendapatan karena menurun volume pengunjung yang datang ke Sari Ater Hot Spring Resort Ciater, seiring dengan aturan pemerintah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid-19.
"Meski terdampak pandemi Covid-19, tapi Sari Ater Hot Spring Resort Ciater tidak ada pemutusan hubungan kerja, dan tetap beroperasi dengan mengikuti peraturan pemerintah," ujar Dadang.
Legal Manager Sari Ater Hot Spring Resort Ciater Tri menambahkan pada tahun 2020 dan 2021, keuangan Sari Ater Hot Spring Resort Ciater mengalami defisit. "Kita sudah survive saja bersyukur karena keuangan defisit akibat pandemi Covid-19," ucap Tri.
Baca juga : KIB Ngebet Cari Anggota Baru, Pengamat: Ada Tiga Kemungkinannya
Makanya, selama dua tahun tersebut tidak ada bagi hasil pengelolaan lahan seluas 9 hektar yang rilnya lahan dipakai 6,5 hektar kepada Pemda Kabupaten Subang. "Sari Ater tidak pakai APBD, sehingga kerugian sementara sepenuhnya ditanggung Sari Ater," ucap Tri.
Untuk tahun 2022, tambah Tri, laporan keuangan Sari Ater Hot Spring Resort Ciater tengah diudit oleh akuntan publik. "Untuk tahun 2022, sedang general audit, nanti akan diketahui bagi hasilnya," ucapnya.
Ia mengajak Pemda Kabupaten Subang untuk musyawarah bila ada ketidakpuasan terhadap Sari Ater Hot Spring Resort Ciater, karena dalam perjanjian terdapat poin musyawarah. "Bila terjadi ketidak sepahaman perjanjian bisa musyawarah," ucapnya.
Corporate Communication Manager Sari Ater Hot Spring Resort Ciater Yuki Azuania mengatakan pihaknya mendukung Pemda Kabupaten Subang dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Subang dari sektor pariwisata.
Baca juga : Peduli Warga Pascapandemi, Pemprov DKI Beri Pemotongan dan Kemudahan Bayar Pajak
Makanya, Yuki Azuania mengajak insan pers untuk bersama-sama memberitakan objek wisata yang ada di Kabupaten Subang agar objek wisata semakin banyak pengunjungnya sehingga berkontribusi terhadap PAD bagi Kabupaten Subang.
"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan media yang mempublikasikan Sari Ater Hot Spring Resort Ciater. Saya mengajak selain publikasi Sari Ater Hot Spring Resort Ciater, juga objek wisata yang lainnya agar bersama-sama membantu meningkatkan PAD Kabupaten Subang," ucapnya. (MGN)