LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang sangat apresiasi dengan operasi katarak yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam rangkaian Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2022 terhadap 100 warga Kabupaten Subang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi, SH, MH.Kes mengatakan sudah tiga tahun terakhir Dinas Kesehatan tidak pernah lagi menganggarkan untuk operasi katarak dari APBD Kabupaten Subang.
Baca juga : Angka Kecelakaan Kabupaten Subang Masuk Tiga Besar di Jawa Barat
"Jadi sifatnya event saja dalam rangka hari-hari tertentu ada kegiatan dilakukan oleh berbagai pihak," ucap dr Maxi di Puskesmas Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis (08/12/2022).
Jadi, lanjutnya, Dinas Kesehatan hanya menyediakan sasaran saja seperti yang terjadi hari ini. Sasarannya 100 orang, tapi tadi yang datang kurang lebih 150 orang saat operasi katarak digelar Kemensos.
Baca juga : Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Menerima Penghargaan dari UNICEF
"Tentunya discreening bisa atau tidaknya dioperasi katarak. Pasien bisa gagal kalau punya penyakit hipertensi atau tekanan darah tidak boleh lebih dari 150, dan kadar gula tidak boleh lebih dari 150," ucapnya.
Pasien yang bisa dioperasi katarak secara diagnostik kataraknya memang yang sudah matang. "Kalau orang yang masih bisa melihat biasanya tidak dilakukan operasi karena khusus buta katarak," ucapnya.
Baca juga : Tim Bola Voli Pasir Putri Kabupaten Ciamis Tumbangkan Kabupaten Subang
Operasi katarak ini biayanya cukup mahal antara Rp7 juta hingga Rp8 juta. Makanya, sangat bersyukur dengan adanya operasi katarak yang dilakukan Kemensos. Karena sangat membantu masyarakat Subang.
"Kami sangat berterima kasih kepada pihak Kementerian Sosial, Balai Kesehatan Masyarakat dan Persatuan Dokter Mata Indonesia Jabar menurunkan tenaganya untuk operasi terhadap pasien - pasien di Kabupaten Subang," ujarnya. (MGN)