LampuHijau.co.id - Bendungan Sadawarna mulai pengisian awal waduk atau Impounding. Impounding merupakan langkah yang dilakukan setelah pekerjaan konstruksi bendungan selesai.
Impounding Bendungan Sadawarna dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum didampingi Bupati Subang Ruhimat dan Kapolres Subang AKBP Sumarni.
Selain itu, hadir pula Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Inf Bambang Raditya, Kepala BBWS Citarum Bastari dan pejabat dari Subang, Indramayu serta Sumedang.
Baca juga : Bendungan Sadawarna Mampu Mengatasi Banjir dan Memenuhi Kebutuhan Air Baku
Langkah ini tentunya jadi kabar gembira bagi masyarakat berada di tiga kabupaten yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Sumedang.
Bendungan Sadawarna saat beroperasi tentunya akan bermanfaat dalam mengatasi banjir di wilayah Subang Utara, memenuhi kebutuhan air baku, dan air untuk irigasi.
Maka dari itu, mantan Bupati Subang Eep Hidayat mengingatkan agar di sekitaran Bendungan Sadawarna tidak dijadikan pusat penampungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Baca juga : Hadiri Srawungan Sanak Mangkunegaran, Airlangga Sebut Solo Punya Twin Engine
"Jangan kemudian di sekitaran bendungan yang diimpikan puluhan tahun itu dikotori dengan dijadikan pusat penampungan limbah beracun," ucap Eep Hidayat, Kamis (01/12/2022).
Ketua DPD NasDem Kabupaten Subang ini merupakan tokoh Kabupaten Subang yang menolak ada pusat penampungan limbah B3 di sekitaran Bendungan Sadawarna.
Dari pernyataan sebelumnya, Eep Hidayat menolak pusat penampungan limbah B3, karena dekat pemukiman warga dan air Bendungan Sadawarna untuk pengairan sawah, tambak ikan, dan minum warga.
Baca juga : Warga Subang Diringkus Polisi Akibat Menambang Tanah Merah Tanpa Izin
Mang Eep, sapaan akrab Eep Hidayat khawatir limbah B3 berdampak buruk bagi Kabupaten Subang. Sebab, kabarnya limbah B3 bukan hanya dari Kabupaten Subang.
"Jangan menambah sampah beracun dari luar Subang ke Kabupaten Subang yang dianggap oleh saya sebagai bentuk penghinaan terhadap saya sebagai warga Kabupaten Subang, entah terhadap masyarakat lainnya," ucap Mang Eep. (MGN)