LampuHijau.co.id - Polda Jawa Barat (Jabar)memastikan menyebabkan kecelakaan hingga 12 orang tewas di KM 150.900 Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Jalur B atau Cirebon arah Jakarta, masuk wilayah Hukum Polres Majalengka, bukan karena sopir mengantuk.
Kepala Polda Jawa Barat Irjen (Pol) Rudy Sufahriadi menjelaskan, kecelakaan terjadi pukul 01.00 WIB, bus Safari Lux Salatiga yang seharusnya ke arah Cirebon, menyebrang ke arah Jakarta. "Sopir meninggal dunia. Setelah ke rumah sakit, kita dalami saksi-saksi," katanya.
Baca juga : Bukan Bus Safari Dharma Raya, yang Kecelakaan Bus Safari Lux Salatiga
Dari keterangan saksi yang duduk di belakang sopir, W (49), lanjut Kapolda, menyampaikan kepadanya dan Kapolres Majalengka, ketika sopir dengan kernet sedang telepon-teleponan, tiba-tiba datang seorang yang menyerang sopir.
"Penumpang datang ke tempat sopir seperti ingin mengambil alih, dan ibu (saksi W, red) itu tidak ingat lagi sehingga terjadilah kecelakaan. Hasil dari keterangan ibu tersebut, kita tahu siapa orang yang menyerang sopir tersebut secara tiba-tiba," kata Kapolda.
Baca juga : Menjaga Kedamaian di Hari Idul Fitri, Ketua KOPHI : Rindu Adanya Perlakuan Adil
Kapolda menyebutkan, yang menyerang sopir adalah A (29), pekerjaan sekuriti asal Cirebon yang naik dari Bekasi. Saat ditanya alasan menyerang sopir, lanjutnya, A mengaku mendengar dari hasil telepon sopir dan kernet bahwa mereka akan membunuh A.
"Pemeriksaan tes urine (A) negatif, tapi penyebab utama kecelakaan adalah Amsor yang menyerang atau ingin mengambil alih sopir yang sedang mengemudikan. Dari situ akan kita dalam apa motif Amsor," ucapnya.
Baca juga : AWAS! Kejahatan Meningkat Jelang Lebaran, Alfamart di Depok Distaroni Garong Bersenpi
Kapolda pun bertanya apakah betul sopir dan kernet tiba-tiba ingin membunuh penumpangnya dari hasil pembicaraan telepon. "Itu yang nanti akan kita dalami dan akan dilakukan tes kejiwaan terhadap Amsor. Amsor sendiri kondisinya luka-luka dan dirawat di sini (RS Mitra Plumbon Cirebon). Nanti akan kita isolasi. Dari keterangan ibu dan Amsor, seharusnya Amsor dijadikan tersangka," kata Kapolda.
Karena dia pun, katanya, sudah mengakui sendiri menyerang karena mendengar pembicaraan telepon sopir dan kernet. Kini, kernet sedang dimintai keterangannya. "Jadi total meninggal 12 orang, 11 orang luka berat, 32 orang luka ringan," pungkas Kapolda Jabar. (MGN)