Penyakit Pascabanjir Mulai Timbul, Tim Medis ACT Gelar Layanan Kesehatan

Tim medis ACT melakukan layanan kesehatan di Kecamatan Asera, Konawe Utara. (Foto: ACT)
Senin, 17 Juni 2019, 13:38 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kesehatan jadi hal rentan yang dialami para korban terdampak banjir di Konawe Utara. Banjir yang terjadi sejak Sabtu (1/6/2019) kemarin, juga mengakibatkan warga kini diserang berbagai penyakit.

Sulitnya mendapat air bersih, debu dari lumpur yang mulai mengering menjadi beberapa penyebab para korban banjir diserang penyakit. Sejumlah warga pun mulai diserang penyakit seperti gatal-gatal, sakit kepala, sakit perut, bahkan ISPA (infeksi saluran pernapasan atas).

Tim medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun menggelar layanan kesehatan di Desa Longeo, Kecamatan Asera, Sabtu (15/6/2019). Dan pada Minggu (16/6), pelayanan medis juga dilakukan di Desa Linomoiyo, Kecamatan Oheo.

Baca juga : Biar Sehat Pas Kerja, Pasukan Oranye Tugu Selatan Jalani Cek Kesehatan

"Air bersih di sini (Kecamatan Asera) masih susah. Warga menggunakan air sungai yang tidak bisa dipastikan kebersihannya untuk membersihkan diri. Bahkan ada juga yang berhari-hari tidak mandi," ungkap Koordinator Relawan Medis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Suharliana Alsair seperti dikutip news.act.id, Minggu (16/6).

Tim medis pun lekas berupaya menyediakan obat-obatan untuk menangani keluhan warga terdampak banjir. "Kami masifkan obat-obatan untuk keluhan gatal-gatal. Lalu untuk mencegah ISPA, kami juga bagikan masker dan sediakan obat batuk," lanjut Lia, sapaan akrab Suharliana Alsair.

Selain bantuan obat-obatan, para korban banjir juga sangat memerlukan perlengkapan kebersihan. Dua hal yang jadi kebutuhan dasar terutama pada kondisi pascabencana saat ini. Diakui Lia, bantuan perlengkapan masih sangat minim.

Baca juga : Bukan Bus Safari Dharma Raya, yang Kecelakaan Bus Safari Lux Salatiga

Dikatakannya, bahkan banyak warga sampai meminta sabun untuk mandi maupun mencuci. "Saat mereka evakuasi barang pun, tidak pernah terpikirkan untuk sekadar cuci tangan," tukasnya.

Sementara, hingga hari kedelapan pascabanjir Konawe Utara, Tim Disaster Emergency Response (DER)-ACT masih setia membersamai para korban. Selain layanan medis, tim juga mendirikan Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum. Selain itu, mengirimkan bantuan logistik hingga ke lokasi terisolir.

Koordinator Tim DER-ACT Kusmayadi mengatakan, para korban dan pengungsi banjir masih sangat membutuhkan bantuan. Ia merinci, kebutuhan yang sangat diperlukan warga yakni kebutuhan pokok, air bersih, pakaian bersih, perlengkapan kebersihan, tenda, alas tidur, dan obat-obatan. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal