LampuHijau.co.id - Sejumlah wilayah di Tanah Air diterjang banjir seperti Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap pun merespons dengan mengirimkan para relawan terbaiknya, juga sejumlah bantuan logistik.
Di Kalsel, banjir mulai melanda sejak Sabtu (8/6/201), di Kabupaten Tanah Bumbu. Bahkan, hingga Minggu (15/6/2019), banjir masih melanda di Kecamatan Kusan Hulu dan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Air pasang laut pun memengaruhi ketinggian air banjir. Meski ketinggiannya berkurang dari sebelumnya, namun air pasang laut menghambat aliran Sungai Pagatan karena tertahan di muara. Banjir sendiri akibat luapan Sungai Pagatan, yang merendam permukiman warga.
Baca juga : Tanpa Sebab dan Alasan, Tukang Sayur Ditusuk Tetangga Ampe Tewas
Selain pasang-surut air laut, cuaca yang masih tak menentu juga memengaruhi ketinggian banjir tersebut. Hal ini seperti diungkapkan Nur Afik Bagustiana dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT.
"Kemungkinan air banjir dapat naik mengingat seharian ini wilayah Tanah Bambu diguyur hujan," katanya kepada news.act.id, Jumat (14/6/2019).
Baca juga : Gelar Bazar Ramadhan, Bupati Majalengka: Meringankan Beban Masyarakat
Menurut pantauan relawan MRI pada Jumat (14/6) kemarin, kondisi kesehatan masyarakat di Kusan Hulu relatif baik. Di kecamatan ini air mulai surut walau terdapat sejumlah genangan banjir. Sedangkan, di Kusan Hilir yang menjadi muara sungai, terdapat peningkatan ketinggian air banjir.
Sayangnya, sejumlah warga di Kusan Hilir juga mulai diserang penyakit seperti penyakit kulit. Namun, mereka sudah ditangani tim medis terkait di lokasi.
Baca juga : Edurne Garcia, Dukung Sang Pacar Main di Klub Mana Saja
"Tim MRI-ACT masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, untuk memantau kondisi masyarakat serta evakuasi jika diperlukan dan pendistribusian bantuan," tambah Nur Afik. (Yud)