Di Konawe Utara, Tim DER-ACT Bertempur Lawan Lumpur

Tim DER-ACT mendorong mobil dobel kabin yang terjebak lumpur saat mengirim bantuan ke Desa Walalindu. (Foto: ACT)
Minggu, 16 Juni 2019, 11:17 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dampak banjir bandang di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara masih menyisakan sejumlah permasalahan. Selain menghanyutkan rumah-rumah warga dan perlengkapannya, juga merusak infrastruktur di lokasi terdampak.

Diketahui, sejak Sabtu (1/6), banjir di Konawe Utara merendam enam wilayah kecamatan. Bahkan hingga Rabu (12/6), seperti dilaporkan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), banjir masih menggenang di empat desa di Kecamatan Asera. Salah satunya Desa Walalindu, yang kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, untuk menembus ke desa yang juga terisolir ini, tim relawan ACT harus bersusah payah dan bertempur melawan lumpur.

Dikutip dari news.act.id, Koordinator tim Disaster Emergency Response (DER)-ACT Kusmayadi menerangkan, mobil dobel kabin yang digunakan guna menjangkau Desa Walalindu bekerja ekstra karena terjebak lumpur. Mobil pun harus melawan lumpur tebal di sepanjang akses jalan. Para relawan pun harus turun mengerahkan tenaga untuk mendorong kendaraan jenis 4WD itu. Beberapa balok kayu juga digunakan agar mobil bisa melaju.

Baca juga : Banjir Konawe Utara, MRI-ACT Masih Berjibaku dengan Lumpur

"Medan lumpur tebal menjadi hambatan kami untuk mendistribusikan bantuan ke Walalindu," jelas Kusmayadi, Jumat (14/6/2019), seperti dilansir news.act.id.

Mobil dobel kabin sendiri dikirim ACT guna mendistribusikan bantuan logistik ke desa terisolir itu. Selain Walalindu, desa lainnya di Kecamatan Asera yang juga terisolir adalah Desa Longeo Utama, juga terdampak parah. Banjir yang menerjang Asera, Konawe Utara berasal dari meluapnya Sungai Lalindu.

Selain menghancurkan ratusan rumah warga, terjangan banjir juga membuat putusnya jembatan penghubung desa di atas sungai tersebut. Akibatnya, kendaraan roda empatpun tak bisa melintas. Kusmayadi mengungkapkan, saat ini warga bersama relawan dan tim evakuasi gabungan tengah berupaya membuat jembatan darurat yang dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Baca juga : Ada Benda Mirip Granat di Mapolrea Cirebon Kota, Polisi Heboh

Hingga kini, Tim DER-ACT masih terus bersiaga di Konawe Utara guna mengantisipasi jika ada banjir susulan. Selain itu, sejumlah Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum juga didirikan di sejumlah titik. ACT juga memberikan pelayanan medis bagi para korban terdampak.

Mulai Rabu (12/6/2019), dapur umum dan pendistribusian bahan pokok dilakukan ke lokasi pengungsian. Di antaranya ke posko pengungsian Dusun Dua, Desa Labungga, Kecamatan Andowia. Di lokasi ini, ada 44 kepala keluarga atau 120 jiwa yang mengungsi di dusun itu.

Distribusi serupa juga dilakukan ke Kelurahan Aseram, Kecamatan Asera. Dapur umum ini bakal menyiapkan 300 porsi makanan siap saji untuk para pengungsi tiap harinya. "Tim dapur umum juga mengasesmen lokasi pendirian dapur umum di tiga desa yang juga terletak di Kecamatan Asera," terang anggota relawan MRI Sulawesi Tenggara, Hasbullah beberapa waktu kemarin. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal