Musim Hujan, Masyarakat Agar Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam

Bupati Subang Ruhimat didampingi Kapolres Subang AKBP Sumarni dan Dandim 0605/Subang Letkol Inf Bambang Raditya saat menjadi pembina upacara pada Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Bencana Alam di Lapangan Apel Mapolres Subang, Kamis (13/10/2022). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Kamis, 13 Oktober 2022, 14:23 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Bupati Subang Ruhimat didampingi Kapolres Subang AKBP Sumarni dan Dandim 0605/Subang Letkol Inf Bambang Raditya saat menjadi pembina upacara pada Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Bencana Alam di Lapangan Apel Mapolres Subang, Kamis (13/10/2022).

Kang Jimat, sapaan akrab Ruhimat, menyampaikan Apel Gelar Pasukan ini dilaksanakan dalam rangka melihat kesiapan setiap aspek dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam di wilayah Kabupaten Subang.

"Upacara ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personel, kelengkapan sarana prasarana beserta instansi terkait dan dukungan seluruh masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagan bencana," ucap Kang Jimat.

Baca juga : 538 Murid RA Mengikuti AKSERA Tingkat Kecamatan Pabuaran dan Cipeundeuy

Kang Jimat mengapresiasi seluruh pasukan hadir sebagai upaya dini penanggulangan bencana karena Kabupaten Subang adalah daerah dengan potensi bencana yang tinggi.

"Kabupaten Subang merupakan daerah dengan banyak potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, erupsi gunung merapi, angin puting beliung maupun bencana non alam seperti kebakaran yang rawan terjadi sewaktu-waktu," ucapnya.

Kondisi geografis Kabupaten Subang mulai dari wilayah selatan berupa pegunungan, wilayah tengah berupa daerah dataran rendah, dan wilayah pantura diketahui lautan, hal ini bisa menjadi cermin dalam menghadapi potensi bencana alam.

Baca juga : Masyarakat Agar Waspada, Dokter Maxi Tidak Punya Akun Media Sosial

Kang Jimat berpesan, dalam menghadapi bencana terdapat kelompok beresiko tinggi sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan bencana harus ditanamkan kepada seluruh masyarakat sehingga sosialisasi terkait tanggap bencana harus gencar.

"Salah satu kelompok memiliki resiko tinggi terdampak akibat dari peristiwa bencana adalah kaum ibu dan anak-anak. Dimana keseharian mereka banyak berada di lingkungan pemukiman," ucapnya.

Maka dari itu, kata Kang Jimat, kelompok ini seharusnya dapat terlindungi, minimal mereka memahami dan mampu melaksanakan prinsip-prinsip penyelamatan diri ketika bencana terjadi.

Baca juga : Elektabilitas Puan Maharani Meningkat, Berkat Kerja Nyata Turun ke Daerah

"Oleh karena itu penting adanya sosialisasi, edukasi dan pelatihan mitigasi bencana secara massif terhadap seluruh komponen masyarakat terutama kaum rentan korban bencana. Pendekatan psikologis dan traumatik pada bencana, kegiatan dapur umum dan sebagainya perlu dilakukan," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal