LampuHijau.co.id - Kericuhan yang terjadi seusai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022 malam, meninggalkan duka yang sangat mendalam, baik bagi masyarakat, maupun jajaran Kepolisian Polda Jawa Timur.
Sebab, lebih dari 100 jiwa, meninggal dunia dalam tragedi ini. Termasuk dua orang anggota Polda Jawa Timur yang dari Polres Tulungagung dan Trenggalek. Mereka adalah Aipda Anumerta Andik Purwanto dan Brigadir Anumerta Yoyok Pujiono.
Baca juga : Tragedi Kanjuruhan Menjadi Penghantar Tugas Abadi Dua Bhayangkara Polda Jatim
Kepala Biro SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan mereka adalah santri, kader bangsa, anggota Polri yang juga sangat dekat dengan masyarakat yang berada di wilayah tugasnya masing-masing.
"Mereka gugur dalam tugas yang menghantarkan dalam pengabdian abadi sebagai Bhayangkara," ucap mantan Kabagpangkat Robinkar SSDM Polri, tersebut kepada Lampu Hijau melalui pesan singkatnya, pada Rabu (05/10/2022).
Baca juga : Inisiasi Ketahanan Pangan, Kapolres Subang Tanam Talas di Desa Palasari
Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya, kedua anggota yang gugur tersebut mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa Anumerta untuk almarhum dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Kami turut berduka cita, duka Kanjuruhan adalah duka kita, tragedi kelam telah terjadi, semoga menjadi pembelajaran dan introspeksi bagi kita semua agar tragedi ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang," ucap mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya, tersebut.
Baca juga : Peduli Buruh, SBSI 1992 Subang Beri Penghargaan kepada AKBP Sumarni
Mantan Kapolres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya ini kunjungi dua rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada keluarga dua polisi tersebut. (MGN)