LampuHijau.co.id - Kementerian Kesehatan bersama RSHS Bandung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang akan tes darah terhadap keluarga penderita thalasemia. Hal itu dilakukan untuk mencegah munculnya penderita baru penyakit kelainan darah bawaan, tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi, SH, MH.Kes mengatakan, Kementerian Kesehatan bersama RSHS Bandung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang akan skrining keluarga penderita thalasemia.
Baca juga : Stok Terjamin, Penyandang Thalasemia tidak Akan Kekurangan Darah di Subang
"Penderita thalasemia di Subang ada 137 orang yang sedang kita tangani dan sedang melakukan pengobatan. Setelah kami data ternyata saudara kandungnya itu ada 76 orang," ucapnya di ruang kerjanya, di Kabupaten Subang, Senin (19/09/2022).
Mereka, lanjutnya, akan dites darah untuk mengetahui derita thalasemia mayor atau minor. Dari skrining, dinasnya akan bisa menginformasikan kepada orang tua dan Kementerian Agama untuk mencegah pernikahan antara penderita thalasemia.
Baca juga : Ririn Rinasih Raih Medali Perak dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Malaysia
"Kita mencegah pernikahan dua-duanya mempunyai gejala thalasemia karena kalau ada tanda-tanda thalasemia kemungkinan anaknya derita thalasemia. Kalau derita thalasemia mayor dari usia 6 bulan akan ditransfusi darah seumur hidup," ujarnya.
Kata dia, tes darah akan dilaksanakan pada akhir September dipusatkan di empat tempat yakni Tanjungwangi, Pagaden, Binong dan Kalijati. Pada empat ini akan berkumpul 76 orang di ring satu penderita thalasemia untuk diambil darahnya.
Baca juga : Terinspirasi Cegah Tawuran, Kejuaraan Tinju akan Digelar Tiap Bulan
"Darahnya kemudian dianalisa oleh tim dari RSHS Bandung dan Kementerian Kesehatan karena itu butuh tenaga ahli. Skrining ini untuk mencegah lahir lagi anak thalasemia yang baru," pungkasnya. (MGN)