Masyarakat Agar Waspada, Dokter Maxi Tidak Punya Akun Media Sosial

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi, SH, MH.Kes memperlihatkan akun media sosial palsu yang mencatut namanya di kantornya, Kabupaten Subang, Senin (19/09/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Senin, 19 September 2022, 16:45 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi, SH, MH.Kes memastikan dirinya tidak memiliki akun media sosial. Maka dari itu, pihaknya meminta semua pihak tidak percaya jika ada akun media sosial memakai namanya.

Hal tersebut disampaikan dr Maxi, SH, MH.Kes menanggapi ditemukannya media sosial berupa akun Facebook yang pakai nama Dok Maxi dengan latar belakang foto pengurus SBSI 1992 Kabupaten Subang yang dipastikan akun tersebut palsu.

Baca juga : Masyarakat Pasang Spanduk Penolakan Aktivitas Prostitusi di Kampung Cimacan

Menurutnya, ditemukan akun palsu yang memakai namanya kira-kira 2 hari yang lalu. Saat itu, ia mendapat pertanyaan dari istrinya terkait dengan akun di Facebook yang memakai nama Dok Maxi.

"Istri saya sendiri tahu bahwa saya tidak pernah main media sosial, selain WA (WhatsApp) dari nomor pribadi saya. Jadi akun ini yang jelas bukan akun milik saya karena saya tidak punya akun Facebook," ucapnya di kantornya, Senin (19/9/2022).

Baca juga : Masyarakat Sipil Siap Kawal dan Dilibatkan dalam Pembentukan Aturan Turunan UU TPKS

Maka dari itu, lanjut dia, semuanya terutama orang-orang di bidang kesehatan maupun di luar kesehatan yang bersahabat dengannya dan istrinya agar tidak menerima undangan pertemanan dari Facebook atau Instagram dan lain-lain yang memakai namanya.

"Mohon jangan ditanggapi terkait dengan akun tersebut, karena saya tidak mempunyai akun media sosial baik itu Facebook, Instagram, Twitter maupun lainnya," ucap pemilik Klinik Happy Healthy dan Apotek Happy Healthy Farma, tersebut.

Baca juga : Tokoh Masyarakat Desa Rancajaya Dukung Polres Subang Tindak Tegas Berandalan Bermotor

Pada akun palsu tersebut, lanjutnya banyak mengganggu secara pribadi dari percakapannya, juga memberikan pengumuman terkait pengangkatan ASN dan termasuk ancaman - ancaman melakukan rotasi dan mutasi.

"Jangan dipercaya karena ini adalah akun palsu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya bersyukur juga mereka banyak yang tidak percaya, karena bahasa yang dipakai oleh orang yang membuat akun palsu tersebut beda dengan bahasa saya," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal