Selama Tahun 2021, Lima Penderita Tuberkulosis Wafat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi, SH, MH.Kes di Kabupaten Subang, Rabu (14/09/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Rabu, 14 September 2022, 19:23 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat lima orang meninggal dunia akibat tuberkulosis (TBC) selama tahun 2021. Maka dari itu, masyarakat agar jaga kesehatan agar tidak terkena penyakit menular akibat infeksi bakteri, tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi, SH, MH.Kes mengatakan rata-rata setahun terdapat 3.000 temuan penyakit tuberkulosis di Kabupaten Subang. Dari sekian banyak, lima penderita tuberkulosis meninggal dunia, pada tahun 2021 silam.

Baca juga : Selama 22 Tahun, Dinkes Catat 2.692 Penderita HIV di Kabupaten Subang

Makanya, kata pemilik Klinik Happy Healthy dan Apotek Happy Healthy Farma tersebut, penyakit tuberkulosis adalah penyakit yang tidak bisa dikesampingkan. Karena, penyakit tuberkulosis merupakan penyakit menyerang kepada paru-paru dan menular.

"Kalau bapaknya kena pasti anak-anaknya, ibunya dan serumah kena. Untuk itu, kita perlu melakukan upaya-upaya misalnya jemput bola melakukan penyuluhan kepada masyarakat," ucap dr Maxi, SH, MH.Kes saat berada di kantornya, Rabu (14/09/2022).

Baca juga : Kapolres Subang Beri Bantuan ke Penderita Tumor Jinak Mata

Selain itu, kata dia, kerja sama dengan organisasi non pemerintah untuk jangkau dan mengkampanyekan terkait dengan gejala tuberkulosis kepada masyarakat. "Mereka yang memfasilitasi pasien itu untuk bisa dibawa ke puskesmas," ucapnya.

Untuk itu, ia berharap semua penderita yang bergejala tuberkulosis dapat berobat selama enam bulan, dan ada yang berobat selama sembilan bulan. "Kalau berobat enam bulan itu dia tidak sembuh dari biasanya ditambah tiga bulan," ucapnya.

Baca juga : Liburan Sekolah 2022, Ancol Suguhkan Acara Menarik untuk Warga

Pengobatan tuberkulosis, lanjutnya, tidak bertumpu sarana kesehatan pemerintah saja, tapi sarana kesehatan swasta karena sarana kesehatan swasta didukung obatnya, dan saat periksa dahak tidak bayar kalau pakai program pengobatan tuberkulosis.

"Kita mengundang sektor-sektor swasta mulai dari klinik, dan rumah sakit swasta, serta dokter untuk dilibatkan penanganan tuberkulosis karena target eliminasi tuberkulosis dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2030," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal