LampuHijau.co.id - Semrawutnya Jalan Dewi Sartika, MA Salmun dan Sawo Jajar, Pasar Kebon Kembang, di Kota Bogor bukan hanya diakibatkan oleh banyaknya pedagang kaki lima (PKL). Tetapi, juga banyaknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh sejumlah oknum.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berjanji akan menindak tegas oknum yang melakukan pungli kepada para pedagang.
Baca juga : Ibu Kota Baru RI Pindah di Kalimantan?
“Banyak yang enggak jelas soal setornya ke siapa. Tadi kan saya tanya satu-satu, mereka bayar setor kebersihan gak jelas ke siapa. Jadi, kita kebagiaan bully-nya, kebagian macetnya, kebagian sampahnya, uangnya ke mana gak jelas. Ini mau kita tata semua. Peredaran uang yang ada di sini kita tata semua,” katanya kepada wartawan, kemarin.
Bima menargetkan, pada bulan Desember ini semuanya akan jauh lebih tertib. “Jadi, ini program penataan bertahap. Desember akan ada beberapa langkah untuk relokasi pkl jadi tidak ada yang digusur yang ada di geser-geser saja di relokasi. Kerja sama dengan CSR,” ucapnya.
Kemudian juga, lanjut Bima, jalur lalu lintas kendaraan roda empat dan roda dua akan dinormalkan nanti. Dari Sawojajar masuk ke MA Salmun. “Jadi, targetnya adalah satu, lalu lintas lancar di sini jangan sampe ada keluhan-keluhan macet lagi. Kedua, belanja juga nyaman jadi enggak ada lagi bulan Desember nanti pedagang-pedagang yang meluber sampai ke jalan,” pungkasnya. (DIR)