Cegah Stunting, Puan Sosialisasikan Tak Nikah Dini ke Remaja Bali

Puan hadir dan menyosialisasikan tidak nikah dini kepada para remaja di Badung, Bali, untuk mencegah stunting. (Foto: ist)
Selasa, 30 Agustus 2022, 16:22 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menyosialisasikan pencegahan menikah dini kepada remaja di Bali. Hal ini sebagai salah satu upaya mengatasi stunting atau gagal tumbuh anak di Indonesia.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) ini digelar di Desa Adat Pecatu, Kuta Selaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (30/8/2022). Kegiatan juga dipenuhi peserta yang umumnya adalah pelajar SMA dan para lansia yang akan melakukan vaksinasi.

Puan hadir didampingi Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, dan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo. Disambut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Puan pun membuka Festival Genre dan menyerahkan anugerah kepada Duta Genre Desa yang dimenangkan oleh 4 orang pemuda, yakni Arnoldus David Candin, Luh Gede Yuniasti Widhiasih Jorareis, Ni Nyoman Nadia Ayu Paramita, dan I Komang Putra Adnyana.

Baca juga : Relawan Pejuang Puan Jatim Ramaikan HUT RI ke-77 dengan Pawai Budaya

"Tugas Duta Genre memangnya apa?” tanya Puan. Para Duta Genre pun menjawab, “Melakukan sosialisasi kepada pemuda agar tidak melakukan pernikahan dini, tidak berhubungan seksual di usia muda maupun seks bebas, dan tidak menggunakan narkotika. Duta Genre juga memberi sosialisasi kepada pemuda/pemudi calon orangtua untuk mempersiapkan fisik dan mental sebelum menikah, agar anak-anaknya kelak bertumbuh dengan baik."

“Ini yang paling penting dilakukan, khususnya untuk anak muda. Karena kalian punya rencana hidup, harus diperhatikan harus siap lahir dan batin. Mental juga harus siap. Dan ini berkaitan dengan pencegahan stunting. Perempuan juga harus siapkan diri agar anaknya sehat,” timpal Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu pun menegaskan pentingnya 1.000 hari pertama pertumbuhan anak. Ia juga menjelaskan soal ciri-ciri stunting kepada para peserta acara.

Baca juga : Mencegah Pungli, Satgas Saber Pungli Subang Sosialisasi di Pusakanagara

“Kalian Gen Z, kalau di alfabet ada di huruf terakhir. Saya justru melihat Gen Z adalah titik awal masa kejayaan Indonesia, ya, lewat anak-anak remaja yang akan mengikuti zaman. Karena kalian generasi emas yang memang dipersiapkan menjadi hebat, cerdas dan dapat membawa harum nama Indonesia,” tutur mantan Menko PMK itu.

Kepada BKKBN, cucu Proklamator RI Bung Karno itu berharap agar sosialisasi Genre dilakukan hingga masuk ke sekolah maupun kampus-kampus. “Saya minta ada sosialisasi ke anak-anak SMA dan di kampus-kampus. Karena mereka yang akan menjadi generasi emas kita yang akan datang,” tandasnya.

Semenatara Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengungkapkan, penting sekali anak muda mengetahui informasi pencegahan stunting. Sebab kelompok muda saat ini yang akan melahirkan anak-anak generasi penerus bangsa.

Baca juga : Relawan Jatim Sosialisasikan dan Bergerak Dukung Puan Capres 2024

“Adik-adik yang bisa mencegah stunting. Saatnya yang muda yang berencana. Dan Badung itu menjadi daerah yang stuntingnya terendah di Indonesia. Rata-rata nasional 24 persen untuk stunting, di sini hanya 8 persen. Maka kami berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Gubernur, karena Bali sudah memberi contoh di tingkat nasional,” papar Hasto. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal