Harga Kelapa Anjlok, Harga Bahan Pokok Naik, Petani Tanjab Barat Menjerit

Foto: IST
Sabtu, 27 Agustus 2022, 16:33 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Besar pasak daripada tiang. Pepatah itu pas untuk menggambarkan nasib para petani dan pedagang kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi.

Sebab, di saat harga kebutuhan pokok naik, harga kelapa justru anjlok. Komoditas kelapa merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat Tanjab Barat.

Kondisi ini membuat masyarakat kabupaten dengan slogan "Serengkung Dayung Serentak ke Tujuan" ini menjerit.

Baca juga : Puan: Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Harus Jadi Pertimbangan Upah Minimum 2023

Tokoh Pemuda Sebrang Kota, Ahmad Fauzi mengatakan, para petani kelapa meminta eksekutif dan legislatif di Tanjab Barat mencari solusi tersebut. Memperjuangkan harga kelapa kembali membaik.

"Hari ini harga kelapa di tingkat petani hanya dikisaran Rp 1.300 untuk kualitas ABC dan Rp 900-1100 untuk kualitas BS," kata Fauzi, Sabtu (27/8).

Diungkap Fauzi, selama ini petani di Tanjab Barat kurang tersentuh bantuan pemerintah. Tidak seperti komoditas lain yang cukup diperhatikan.

Baca juga : Nelayan Halmahera Tengah Sebut Pemilu Mahal Lukai Perasaan Masyarakat

"Padahal kelapa ini sudah menjadi budaya dan kearifan lokal nenek moyang kita yang seharusnya benar-benar diperhatikan dan dijaga, baik oleh masyarakat maupun pemerintah," ujarnya.

Terlebih, banyak masyarakat yang membutuhkan kelapa. Baik untuk konsumsi pribadi maupun bisnis, seperti bahan baku makanan.

Anjloknya harga kelapa ini dikhawatirkan membuat inflasi semakin tinggi. Pasalnya, saat ini harga kebutuhan lain naik. Seperti telur dan gas elpiji.

Baca juga : Instruksi Menkeu, Lahan Milik PT Pertamina di Pancoran Buntu Masuk Program Sinergi BUMN

"Kami ini sudah di perbatasan provinsi yang juga tentunya pembangunan tidak terlalu progresif peningkatannya, ditambah dengan harga barang pokok luar biasa mahal. Contohnya gas elpiji 3 kilogram di Kecamatan Seberang Kota itu mencapai Rp 40 ribu,” tuturnya.

Karena itu, Fauzi mendesak pemerintah dan DPRD kabupaten dan provinsi segera mencarikan solusi. "Entah mungkin itu dengan mengundang investor kelas Nasional maupun internasional supaya bangun pabriknya di daerah kita supaya harga kelapa dapat stabil dan berimbang dengan kebutuhan bahan pokok,” tandasnya. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal