Hilangkan Operasi Yustisi, Anies Didukung Purnawirawan Jenderal

Mantan Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Mayjen TNI (Purn.) Drs. Achmad Tanribali Lamo. (Foto: net)
Selasa, 11 Juni 2019, 12:43 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghilangkan operasi yustisi (kependudukan) untuk para pendatang baru pascalebaran menuai pujian. Bahkan, langkah Anies ini didukung purnawirawan jenderal.

Adalah Majyen TNI (Purn.) Drs. Achmad Tanribali Lamo, mantan jenderal bintang dua yang mendukung kebijakan Gubernur DKI tersebut. "Banyak kebijakan Gubernur DKI Pak Anies yang baik. Misalnya, beliau (gubernur) menghilangkan (operasi yustisi) pemeriksaaan terhadap para pendatang yang masuk ke Jakarta. Ini kebijakan bagus yang humanis," tegasnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI ini mengatakan, kebijakan Gubernur DKI itu sangat positif. "Masyarakat harus obyektif. Mari masyarakat dalam melihat itu harus lebih fair. Jangan melihat hanya untuk kepentingan dia," papar Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ini.

Baca juga : Jokowi Tak Toleransi Perusuh, Prabowo Minta Pendukung Tak Pakai Kekerasan

Mantan pejabat gubernur Maluku Utara, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan ini menjelaskan, di Jakarta ini penduduk Jakarta kalau siang hari sekitar 12 jutaan. "Kalau malam sekitar 5 juta atau 6 jutaan dan itulah penduduk asli Jakarta. Nah, sisanya adalah penduduk pinggiran Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang Selatan dan lain-lain," paparnya.

Purnawirawan jenderal yang gemar dan rajin membaca Al Qur'an ini menerangkan, saat ini Gubernur DKI melakukan penanganan persoalan lebih soft dan harus diapresiasi. "Menghadapi situasi sekarang ini, gubernur DKI sebagai kepala pemerintahan mencoba menempatkan senyaman mungkin bagi warganya. Kalau ada yang senang dan tidak snenag itu pasti," tandasnya.

Tanribali mengungkapkan, sebagai akademisi, Pak Anies yang masuk jajaran pemerintahan diyakini melakukan pertimbangan-pertimbangan yang baik dalam membuat kebijakan.

Baca juga : Pemkot Tangerang Dukung Pencanangan Zona Integritas

"Harapannya ke depan, Jakarta ini kan beragam, makanya pembentukan UU DKI ini berlaku khusus, 51 persen. Oleh karena itu, keberagaman ini jadi pedoman gubernur DKI. Tidak bisa lain. Dan saya kira Jakarta harus dijaga supaya kondusif," terangnya.

Mengapa? Kata pria yang ramah dan baik dengan wartawan ini, hal itu dikarenakan kalau Jakarta bergejolak, maka orang melihat Indonesia bergejolak. "Padahal, tidak. Saya kira gubernur sebagai ketua Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) bisa berkoordinasi dengan baik dan menempatkan itu. Apalagi di DKI ini kan pejabat terbaik pasti yang ditempatkan sebagai kepala pangdam, kejaksaan, kapolda," tegasnya.

Saat ditanya soal kehadiran Anies di tengah-tengah warga usai kerusuhan 21-22 Mei 2019, Tanribali memuji dan mengapresiasi langkah gubernur DKI tersebut. "Beliau menempatkan diri sesuai pada tempatnya hadir di tengah-tengah warganya. Beliau mengungkapkan yang meninggal sekian, yang luka-luka sekian. Wajar tanpa ada tendensi politis," tukasnya.

Baca juga : Gelar Operasi Binduk, 36 WN Nigeria Terciduk di Gunung Sahari Selatan

Menurut Tanribali, langkah Anies itu sangat baik dan wajar-wajar saja. "Itu bagus dan tidak perlu diliat dari sisi macam-macam. Gubernur bertindak seperti itu wajar menyampaikan angka dan pasti berdasarkan data. Kan ketahuan siapa yang meningggal dan luka-luka. Akhirnya terbuka juga kan," urainya. (AGS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal