LampuHijau.co.id - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Ai Maxi beri bantuan kepada remaja berusia 14 tahun, Audrey Aulia Moza yang tak bisa jalan akibat jatuh.
Pemilik Klinik Happy Healthy dan Apotek Happy Healthy Farma ini saat beri bantuan didampingi Kepala Puskesmas Pagaden Ely Badriah di Desa Pagaden, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (12/08/2022) sekitar jam 11.00 wib.
Mereka saat memberi bantuan didampingi sejumlah pengurus DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Pagaden yang diterima ayah, serta kekek Moza, Ujang Rohendi (62) karena ibu anak itu kerja di pabrik garmen.
Menurut dr Maxi, ia melihat Moza yang memang sudah tidak bisa berjalan sejak usia kelas 5 sekolah dasar (SD) atau kurang lebih sudah tiga tahun yang lalu yang katanya Moza punya riwayat jatuh.
Baca juga : Kabur Belum Jauh, Eh Korbannya Sadar dan Teriak, 2 Tukang Hipnotis Dikormas
"Hasil pemeriksaan mungkin ada kelainan di saraf di tulang belakang, sehingga dia BAB dan kencing sudah tidak rasa, serta kaki dua-duanya tidak bisa digerakkan," ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupeten Subang, tersebut.
Kata dr Maxi, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang bersama Puskesmas Pagaden akan berusaha membantu Moza agat kembali pulih dan berjalan, karena masih muda dan harapannya masih panjang.
"Saya mohon teman-teman Puskesmas Pagaden bisa memfasilitasi Moza untuk kembali ke rumah sakit, kita konsultasikan kepada ahlinya. Nanti dibawa ke RSUD Ciereng, apakah akan ditangani di sana atau akan dirujuk ke Bandung," ucap dr Maxi.
Pihaknya akan segera memberikan kursi roda kepada Moza, supaya Moza tidak hanya di atas kasur. "Saya akan kasih kursi roda supaya bisa main dengan teman yang sebaya sehingga Moza bisa menikmati indahnya masa anak-anak," ucap dr Maxi.
Baca juga : Polda Jatim Terima Audiensi HIMPI Terkait Upaya Hidupkan UMKM
Ia pun mendoakan Moza bisa kembali berjalan sehingga dapat melanjutkan sekolah dan main dengan teman-teman sebaya. "Mudah - mudahan kalau ada kemauan saya yakin Moza bisa berjalan lagi," ucap dr Maxi.
Sementara itu, Ketua DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Ai Maxi menyampaikan pemberian bantuan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang ke Moza yang tidak bisa jalan karena jatuh.
"Semoga bantuan diberikan DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang bermanfaat bagi Moza, sehingga meringankan beban keluarga Moza," ucap Ai Maxi.
Sementara itu, Ujang Rohendi (62) kakek Moza mengatakan cucunya semula bisa jalan seperti anak lainnya. Namun, karena jatuh, akhirnya hanya bisa di atas kasur, sehingga tidak bisa sekolah. Ujian kelulusan sekolah dasar pun dilakukan di rumahnya.
Baca juga : Derita Sakit Dua Bulan, Lansia Asal Desa Karangmulya Hanya Terbaring di Rumah
"Moza pernah ke dokter saraf di RS Santosa Bandung, tapi karena tidak ada biaya jadi tidak dilanjut berobatnya. Sejak tiga tahun Moza hanya di atas kasur, karena tidak bisa berjalan. Kami pengen Moza sembuh karena masih muda," ucap Ujang.
Ujang pun berterima kasih atas bantuan dan kepedulian dari dr Maxi, Ai Maxi, pengurus DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dan Puskesmas Pagaden. "Terima kasih banyak atas bantuan dan kepedulian bapak dan ibu kepada Moza," ucap Ujang. (MGN)