LampuHijau.co.id - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Ai Maxi beri bantuan kepada remaja berusia 14 tahun, Fahri yang sejak lahir hidup tanpa anus.
Pemilik Klinik Happy Healthy dan Apotek Happy Healthy Farma ini saat beri bantuan didampingi Kepala Puskesmas Pagaden Ely Badriah di Desa Sumbersari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (12/08/2022) sekitar jam 10.00 wib.
Mereka saat memberi bantuan didampingi sejumlah pengurus DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Pagaden yang diterima bibi Fahri, Siti Nur Hidayah (38), karena ibu anak itu, Nurhayati kerja di pabrik garmen.
Menurut dr Maxi, pihaknya melihat pasien yang ditemukan petugas Puskesmas Pagaden saat pelayanan Posyandu ada anak sedikit beda karena bermain dengan anak yang jauh di bawah usianya, sehingga akhirnya diketahui penyebabnya.
Baca juga : Puluhan Tahun Hidup di Atas Kasur, Ayu Menangis Histeris Saat Diberi Kursi Roda
"Setelah ditanya ternyata dia memiliki kelainan di mana pada saat lahir tidak memiliki anus, sehingga sejak umur 2 hari dioperasi dan untuk BAB melalui usus yang dikeluarkan ke samping perut sampai sekarang usianya 14 tahun," ucap dr Maxi.
Lanjut dr Maxi, BAB tersebut ditampung memakai plastik yang dibuat sendiri, tapi karena mungkin tidak sempurna seperti yang jualan di toko atau di apotek, sehingga baunya tercium, mengakibatkan dia dibully hingga putus sekolah saat kelas 4 SD.
"Alhamdulillah teman-teman Puskesmas Pagaden cukup respons setelah ditemukan langsung akan dirujuk ke rumah sakit. Sesuai jadwal, anak ini akan dirujuk RSHS Bandung tanggal 18 Agustus," ucapnya.
Menurut dr Maxi, Fahri perlu dukungan semua pihak karena masih punya masa depan. "Kita doakan aja semua proses berjalan lancar dia bisa normal lagi seperti orang biasa pada umumnya," ucapnya.
Baca juga : Usia Harapan Hidup Capai Target, TP2D Subang Mengapresiasi Dinas Kesehatan
Selain Fahri, dr Maxi dan Ai Maxi juga beri bantuan kepada Rifal (15) yang menderita komplikasi karena kelainan bawaan yakni matanya juga terganggu, baru usia 3 tahun baru bisa jalan, ngomong juga agak sulit dan penyakit lain-lainnya.
"Saya pikir ini bisa kita bantu dengan cara nanti mengkonsultasikan sesuai dengan keahlian masing-masing dokter itu. Kita sedang menunggu pembuatan BPJS Kesehatan yang preminya akan dibayar pemerintah daerah," ucap dr Maxi.
Sementara itu, Ketua DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Ai Maxi menyampaikan pemberian bantuan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang ke Fahri yang lahir tanpa anus, dan Rifal yang komplikasi.
"Semoga bantuan yang diberikan DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang bisa bermanfaat bagi keduanya, sehingga meringankan sedikit beban keluarga Fahri dan Rifal," ucap Ai Maxi.
Baca juga : Lahan Kawasan Industri di Subang Akan Dikembangkan Hingga 31 Ribu Hektar
Sementara itu, bibi dari Fahri dan ibu dari Rifal, Siti Nur Hidayah berterima kasih kepada dr Maxi dan Ai Maxi, DWP Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, serta Puskesmas Pagaden yang telah peduli dan beri bantuan kepada keluarganya.
"Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari bapak dan ibu semuanya, semoga saja Fahri dan Rifal bisa sembuh. Bantuan dan kepedulian yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami. Terima kasih banyak," pungkas Siti Nur Hidayah. (MGN)