Akibat Kejang Demam, Tiga Anak di Desa Rawamekar Derita Penyakit Lumpuh Otak

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi bersama anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PDI Perjuangan H. Adik LF Solihin beri bantuan kepada tiga anak yang menderita penyakit lumpuh otak atau cerebral palsy di Desa Rawamekar, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Rabu (10/08/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Rabu, 10 Agustus 2022, 17:10 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi memberikan bantuan kepada tiga anak yang menderita penyakit lumpuh otak atau cerebral palsy di Desa Rawamekar, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Rabu (10/08/2022).

Tiga anak yang mendapatkan bantuan langsung dari pemilik Klinik Happy Healthy dan Apotek Happy Healthy Farma tersebut yakni Ridwan (17 tahun), Ajib (10 tahun) dan Mahfud Arul Zakaria alias Syahrul (8 tahun).

Pemberian bantuan disaksikan anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PDI Perjuangan H. Adik LF Solihin, Kapolsek Blanakan AKP Kustiawan, Kepala Puskesmas Blanakan Nana Mulyana, dan pemerintah desa setempat.

Baca juga : Kadinkes Subang Beri Bantuan ke Anak Pensiunan Polri Derita Tumor Otak Kecil

Kadinkes mengatakan pihaknya berada di Dusun Tegal Panjang Tengah, sebenarnya menengok Ridwan yang informasinya ada benjolan di matanya. Setelah dicek, secara umum, penyakitnya yang diderita adalah kelumpuhan otak atau cerebral palsy.

"Akibat menderita kelumpuhan otak atau cerebral palsy, Ridwan ini meski sudah 17 tahun seperti anak usia 6 hingga 7 tahun. Penyakit ini memang biasanya disebabkan saat kecil, anak mengalami panas, kemudian kejang," ucap dr Maxi.

Dari kejadian itu, tambahnya, otak tidak mendapatkan suplai oksigen yang baik, sehingga terjadi kerusakan yang menyebabkan otot-otot tidak tumbuh dengan normal. "Ternyata ada dua anak yang derita penyakit sama," ujar dr Maxi.

Baca juga : Polres Subang Beri Bantuan kepada Anak Pensiunan Polri Derita Tumor Otak Kecil

Kata dr Maxi, pihaknya prihatin. Maka, Puskesmas Blanakan akan melakukan pendampingan dan penyuluhan terkait penanganan kejang demam, sehingga tidak terjadi kasus-kasus ini di kemudian hari.

"Karena kasihan mereka yang harusnya bisa menjadi orang-orang yang berdaya saing tinggi, dan hebat, jadi seperti ini. Kasihan menjadi beban keluarga," ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Subang, ini.

Dinasnya, lanjut dr Maxi, akan kerja sama dengan desa setempat, pasien yang belum memiliki BPJS akan diproses pemerintah desa supaya dapat PBI BPJS Kesehatan yang preminya dibayar Pemkab Subang.

Baca juga : Diduga Sering COD Sabu, MR Diciduk di Kontrakan Berikut BB-nya

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PDI Perjuangan H. Adik LF Solihin mengatakan pemerintah hadir dalam rangka memudahkan menanggulangi kesehatan masyarakat.

"Ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya salah satu komponen, tapi kita bersama yang konsepnya gotong royong. Kami berterima kasih sekali kepada pak Kadis yang jauh-jauh dari Subang ke sini untuk bantu masyarakat," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal