DWP Kabupaten Subang Berikan Santunan kepada 51 Anak Yatim

Penasehat DWP Kabupaten Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, serta Ketua DWP Kabupaten Subang Hj Siti Nuraeni Nuroni beserta jajaran pengurus DWP Kabupaten Subang beri bantuan kepada 51 anak yatim di Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemarin. FOTO: IST/LAMPU HIJAU
Selasa, 9 Agustus 2022, 19:16 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Subang memberi santunan kepada 51 anak yatim yang tersebar di tiga titik di wilayah Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri penasehat DWP Kabupaten Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, serta Ketua DWP Kabupaten Subang Hj Siti Nuraeni Nuroni beserta jajaran pengurus DWP Kabupaten Subang.

Baca juga : Polres Metro Tangerang Kota Berikan Penghargaan Kepada Subsatker dan Polsek Terkait Kinerja

Penasehat DWP Kabupaten Subang Hj. Yoyoh menyampaikan penerima santunan adalah anak-anak yatim piatu yang berasal dari siswa dan keluarga yang tidak mampu di wilayah Kecamatan Subang.

Penyaluran bantuan anak yatim tersebut juga dari program Gerakan Sapapait Samamanis (GSS) Kabupaten Subang. Pengurus DWP Kabupaten Subang berkolaborasi dengan pengurus Jabar Bergerak Kabupaten Subang.

Baca juga : Polres Subang Beri Bantuan kepada Anak Pensiunan Polri Derita Tumor Otak Kecil

Penyaluran santunan anak yatim piatu pada tiga lokasi Kecamatan Subang, yakni 13 anak pelajar RW 04 Kelurahan Soklat, 15 anak di MT Al Amin RW 07 Kelurahan Soklat, dan 23 anak di Mesjid Jami Al Munajat RT 16/RW 04 Kel Karanganyar.

Ketua DWP Kabupaten Subang Hj. Siti Nuraeni Nuroni menambahkan penyaluran bantuan kepada anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam dan 10 Muharram 1444 Hijriah. "Pada 10 Muharram bagi sebagian masyarakat Indonesia identik dengan Hari Raya Anak Yatim," ucapnya.

Baca juga : SBSI 1992 Subang Beri Bantuan ke Anak Pensiunan Polri Derita Tumor Otak Kecil

Bagi umat Muslim, Muharram termasuk salah satu momentum mulia karena jadi bulan pembuka tahun baru, sehingga menjadi hal yang wajar jika dalam kondisi ini disebut sebagai Hari Raya Umat Islam.

“Momen tersebut juga sebagai momentum yang tepat untuk mengingatkan orang-orang agar terbuka mata hatinya dan lebih peduli dalam memperhatikan nasib anak-anak yatim," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal