Anak Pensiunan Polri Derita Tumor Otak Kecil, Butuh Uluran Tangan Dermawan

Indri (35) sedang merawat suaminya, Agus Subardan yang hanya bisa berbaring di atas kasur di rumah orang tuanya di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Sabu (06/08/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Sabtu, 6 Agustus 2022, 13:49 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Seorang pria berusia 42 tahun, Agus Subardan hanya bisa berbaring di atas kasur di rumah orang tuanya di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Anak pensiunan Polri tersebut berbaring di atas kasur karena menderita tumor otak kecil. Kondisi Agus sudah berlangsung beberapa bulan silam. Kini, Agus setiap minggu harus bolak balik ke rumah sakit.

Menurut Indri (35), suaminya sakit sejak Februari 2022. Awalnya, suaminya hanya muntah-muntah, kemudian diperiksa ke dokter spesialis dalam. Kata dokter, suaminya menderita penyakit lambung.

Baca juga : 137 Warga Subang Derita Thalasemia Mayor, Mayoritas Kalangan Anak-anak

Tak lama kemudian, tambahnya, suami menderita mata rabun dan telinga tidak mendengar. Setelah diperiksa ternyata mengalami tumor otak kecil. Akhirnya, suami menjalani operasi pada cairan otak.

Dari operasi itu, kata Indri, dipasang external ventricular drain (EVD) di bagian otak suaminya. Pemasangan EVD menyebabkan sebagian cairan otak dialirkan keluar kepala menuju kantong penampung.

"Kalau tumor otak kecilnya mah belum diangkat, hanya operasi pemasangan EVD," ucap alumni SMAN 1 Purwadadi tersebut kepada Lampu Hijau saat berada di rumahnya, Sabtu (06/08/2022).

Baca juga : Lurah Rahwana Lantik Puluhan Ketua RT/RW se-Keluharan Sawangan Baru

Setelah itu, suaminya dirawat. Namun, lambat laun kondisinya memburuk, hanya bisa terbaring di atas kasur. "Setelah operasi cairan, makan tidak bisa. Makan pakai selang itu juga susu," ujarnya.

Selain susu, tambahnya, saat tidak punya uang terpaksa jus buah-buahan serta bubur tim yang tentunya harus disaring. "Kalau berobat pakai BPJS Kesehatan, dan ke RS Siloam setiap minggunya," ucap Indri.

Menantu dari Usar Samsudin (77) tersebut mengaku, sejak suaminya sakit parah, ia terpaksa harus mengundurkan diri dari pabrik garmen untuk merawat bapak dua anak itu, sehingga tidak ada penghasilan.

Baca juga : Tunjuk ASN Duduki Jabatan Politik, DPR: Pemerintah Harus Buat Aturan Teknis Pj Kepala Daerah

"Saya mohon bantuan dari dermawan untuk biaya beli susu karena setiap harus minum susu tiga kali. Sementara keluarga tidak punya penghasilan, mertua dari pensiunan hanya sisa Rp400 ribu," ujarnya.

Makanya, Indri berharap bantuan dari dermawan. "Meski kami tinggal di rumah besar itu milik orang tua, tapi secara ekonomi kami sangat kekurangan, sehingga butuh bantuan dermawan," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal