LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat sampai tahun ini terdapat 137 orang yang menderita thalasemia mayor atau pengidap kelainan darah yang membutuhkan transfusi darah rutin dan perawatan medis yang ekstensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi menjelaskan dari 137 orang yang menderita thalasemia mayor, dikelompokan pada umur enam bulan hingga dua tahun, dua sampai lima tahun, lima sampai 14 tahun dan usia di atas 16 tahun.
Baca juga : DLH Kabupaten Subang Kerja Keras Ubah Paradigma Masyarakat tentang Sampah
"Dari kelompok umur ini yang paling banyak di usia anak, tapi 47 persennya penderita thalasemia mayor usia di atas 16 tahun," ujar dr Maxi di sela-sela Forum Silaturahmi dan Koordinasi YTI-POPTI Se-Jawa Barat di Aula Pemda Subang, Sabtu (30/07/2022).
Padahal, lanjut pemilik Klinik Happy Healthy tersebut, secara teori pendeita thalasemia mayor sampai usia 20 tahun, akan tetapi kuasa Allah SWT menunjukkan bukti ada penderita thalasemia mayor sudah umur 44 tahun masih sehat dan punya anak.
Baca juga : Rasyidi Harapkan Khoirudin dan Rany Mampu Jalankan Amanah
"Jadi seperti yang saya sampaikan tadi tujuan dinas kesehatan ada dua yaitu menangani pasien thalasemia dengan sebaik mungkin dalam kebutuhan darah dan obat, serta mencegah jangan sampai ada thalasemia yang lahir," ucap dr Maxi.
Makanya, kata pemilik Apotek Happy Healthy Farma, tersebut dilakukan skrining kesehatan, kalau ternyata berpotensi untuk thalasemia jangan menikah dengan orang yang thalasemia karena anaknya akan thalasemia. "Karena thalasemia diturunkan secara genetik," ucap dr Maxi.
Baca juga : 37.000 Warga Kabupaten Subang Belum Divaksinasi Covid-19 Dosis Satu
Selain itu, tambahnya, Rumah Dinas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang menjadi kantor Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) Kabupaten Subang dan rumah singgah pasien thalasemia. "Itu bentuk kontribusi kami," ujar dr Maxi.
Untuk itu, dr Maxi mengimbau kepada masyarakat saat membuka internet atau media sosial agar mencari tahu thalasemia dan gejalanya. "Kita bisa cari sendiri tanpa bertanya ke dokter, kalau sudah tahu, kita bisa menilai sendiri berpotensi atau tidak menderita thalasemia," ujarnya. (MGN)