LampuHijau.co.id - "Banjir menyebabkan genangan air di lima desa di Kabupaten Kotabaru, yaitu Desa Baharu, Desa Teluk Gosong, Desa Stagen, Desa Gunung Sari, dan Desa Sungup Kanan," terang Hamas Al Qasam, Ketua MRI Kotabaru.
Ya, meski saat ini sudah memasuki musim kemarau, namun sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) justru mengalami curah hujan tinggi. Akibatnya, lima desa di Kabupaten Kotabaru tergenang banjir. Dikutip dari news.act.id dari laporan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Kalsel, intensitas hujan tinggi terjadi pada Sabtu (8/6/2019) mulai jam 4 pagi hingga jam 2 siang.
Baca juga : HBKB Kampung Sukapura, Ajang Olahraga dan Interaksi Budaya Masyarakat
Dan sejak Sabtu hingga Minggu (8-9/6), MRI-ACT di Kotabaru dan tim SAR gabungan langsung melakukan aksi tanggap darurat. Aksi itu meliputi penyedotan air di rumah warga yang terendam banjir, membersihkan tanah longsor yang memutus akses jalan di Desa Teluk Gosong, juga proses evakuasi untuk rumah yang terkena longsor.
Selain itu, ACT Kalsel melalui MRI Kotabaru juga turut membagikan paket makan siang untuk warga terdampak dan juga relawan yang bertugas, pada Minggu siang. Paket makan siang tersebut merupakan bantuan dari Organisasi Masyarakat Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) yang disalurkan melalui ACT Kalsel.
Baca juga : Istirahat Sambil Ngopi, Pemudik Asal Jambi Jatuh dari Jembatan Tol Cipali Hingga Tewas
"Insya Allah distribusi makanan siap santap juga akan kami lakukan malam ini (9/6)," ujar Wahyu Setiyaji, relawan MRI Kotabaru.
Selain di Kotabaru, menurut pantauan relawan MRI-ACT, beberapa daerah di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, juga terdampak banjir. "Desa Dukurejo, Kecamatan Mantewe terendam banjir. Saat ini aparat desa sedang membuat tempat pengungsian, sedangkan di Desa Emil Baru terjadi longsor," demikian dilaporkan relawan MRI, Nur Afik Bagustiana. (Yud)