BAI Subang Desak Bareskrim Polri Sidik Dugaan Monopoli Proyek oleh PT TIWIKA

Ketua BAI Kabupaten Subang Darman Sri Gandi, SH. FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Selasa, 26 Juli 2022, 18:41 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Badan Advokasi Indonesia (BAI) Kabupaten Subang mendesak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri melakukan penyelidikan atas dugaan monopoli proyek, serta sogok menyogok untuk dapat proyek yang dilakukan PT Tirta Wijaya Karya (TIWIKA).

Ketua BAI Kabupaten Subang Darman Sri Gandi, SH apresiasi Lembaga Swadaya Masyarakat Anti Korupsi Seluruh Indonesia (AKSI) dan Jampang Pantura Subang yang berani mengungkapkan dugaan monopoli proyek dan sogok menyogok oleh PT TIWIKA.

Sebab, Darman yakin yang disampaikan Ketua Umum LSM AKSI Warlan, dan Ketua Umum Jampang Pantura Subang Sigit Sriyono bukan isapan jempol, apalagi mereka mengaku mempunyai bukti kuat terkait yang disampaikannya saat demo.

"Kami yakin yang disampaikan LSM AKSI dan Jampang Pantura Subang terkait dugaan monopoli proyek dan sogok menyogok untuk dapat proyek yang dilakukan PT Tirta Wijaya Karya, ada bukti kuat," ujarnya, Selasa (26/07/2022).

Mereka, lanjut Darman, berani menyuarakan dugaan monopoli proyek dan sogok menyogok untuk dapat proyek oleh perusahaan milik H. Rohidi, dan anaknya dapat dipertanggung jawabkan. Maka dari itu, Bareskrim Polri agar melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

Baca juga : Saham Terjun Bebas, Sultan Desak OJK Selidiki Dugaan Konflik Kepentingan Pemegang Saham Goto-Telkomsel

"BAI Kabupaten Subang mendesak Bareskrim Polri melakukan penyelidikan terhadap dugaan monopoli proyek dan sogok menyogok untuk dapat proyek yang dilakukan PT Tirta Wijaya Karya dan anak perusahaannya," ucap Darman.

Hal ini, kata Darman, supaya ada titik terang benar atau tidaknya PT TIWIKA dan anak perusahaannya melakukan monopoli proyek dan sogok menyogok untuk dapat proyek. Karena telah menjadi tanda tanya di masyarakat Kabupaten Subang.

Sebelumnya, sejumlah orang tergabung pada LSM AKSI dan Jampang Pantura Subang demo Kantor PT Tirta Wijaya Karya (TIWIKA), Jalan Otto Iskandardinata No.297, Kabupaten Subang, Senin (25/07/2022).

Ketua Umum LSM AKSI Warlan mengatakan aksi kali ini, karena selama ini, proyek dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) banyaknya jatuh kepada satu pengendali dengan banyak perusahaan dibawahnya.

"Satu yang mengendalikan, tapi banyak perusahaan. Misalnya, PT Tirta Wijaya Karya, Taruna Karya Pribumi, Darmajati, CV Kausar, CV Kreasi, dan ada yang lainnya. Itu semuanya satu pemiliknya yaitu H Rohidi dan anaknya Hj Yeni serta H Jen," ucap Warlan kepada awak media di lokasi.

Baca juga : Kejagung Didesak Ungkap Dalang Dugaan Korupsi Mafia Minyak Goreng

Selain proyek BBWS, kata Warlan, PT TIWIKA berikut berbagai anak perusahaannya juga banyak mendapat proyek Pertamina. "Belum lagi dari proyek Pertamina. Itu banyak. Pertamina juga banyak kesalahannya, apa? Pembebasan tanah, dia yang bebasin. Pengurugannya juga dia. Setelah jadi, ada enggak minyaknya? Enggak ada. Berapa uang negara yang dipakai disana (proyek pertamina)? Bukan ratusan juta lagi, itu miliaran. Di sini akan kita buka mafia, mafia tanah dan sebagainya. Bukti di kita semua," jelasnya.

Warlan juga menuding terdapat sogok menyogok atau suap dan manipulasi data dibalik suksesnya perusahaan-perusahaan tersebut dalam memenangkan lelang proyek-proyek itu semuanya.

"Termasuk ada manipulasi dan dukungan biar lelang itu menang. Sogok sana sogok sini, PPK, oknum BBWS dan lainnya supaya lelang proyek itu dia menangkan semua. Terus nasib perusahaan-perusahaan kecil bagaimana? Ini monopoli proyek," ujarnya.

Hasil pekerjaan, kata Warlan, tidak ada yang bagus. "Tidak ada yang bener semuanya, tidak ada," tegas Warlan. Selain hal itu, ia pun mempermasalahkan pembangunan RS Hamori yang dekat Flyover Tol Cipali.

"Rumah sakit yang dipaksakan pembangunannya yang menyengsarakan petani karena menyebabkan saluran mampet," ujarnya.

Baca juga : Warga Subang Diajak Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua dan Booster

Sementara itu, Ketua Umum Ormas Jampang Pantura Subang Sigit Sriyono menambahkan proyek-proyek yang dimenangkan tidak melibatkan mitra, tapi melibatkan monopoli keluarga besar, kerabat dan sebagainya.

Kemudian, tambahnya, perusahaan tersebut dalam pengkondisian melibatkan orang kepercayaannya. "Pengondisian di lapangan dilakukan oleh Burhan," imbuh Sigit diperkuat keterangan Warlan. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal