LampuHijau.co.id - Asrama atau bangunan tempat tidur para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Aribatul Muhtasor, RT.5/5, Kp.Prigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan Kota Depok, Kamis (21/7/2022) sore, ludes terbakar.
Pengasuh Ponpes Aribatul Muhtasor, KH. Yakri Marzuki (65 tahun) mengatakan peristiwa kejadian kebakaran melumat bangunan dua lantai yang dipergunakan santri berawal berasal dari kamar belakang yang ada di lantai 2 tempat tidur santri.
Baca juga : Selama 11 Hari, Dinas Kebudayaan DKI Gelar Pameran Tenun Nusantara
"Kebetulan pada kamis sore ini para santri sedang libur. Sehingga di lokasi hanya ada empat orang santri yang sedang bersih-bersih berada di kamar lantai 2 namun tiba-tiba terdapat kebulan asap tebal dari plafon lantai 2 langsung muncul api," ujar KH.Yakri Marzuki kepada wartawan di lokasi kejadian.
Menurut KH.Yakri api merembet ke bangunan sebelah hingga menghanguskan bagian lantai 2 bangunan. "Api muncul langsung dipadamkan para pengurus santri dan warga sekitar dengan menyiram menggunakan alat seadanya. Setelah berselang 30 menit petugas damkar dari UPT Bojongsari dan Kota Depok mendatangkan empat unit mobil damkar sekitar pukul 16.00 WIB api dapat dipadamkan," ungkapnya.
Baca juga : Anggota DPRD Subang Eni Garyani Beri Bantuan untuk Pembangunan Masjid
Api berasal dugaan dari akibat konsleting listrik membakar total ada sebanyak 24 kamar. "Yang tidak tersisa dilantai 2 sedangkan lantai 1 masih ada sisa," tambahnya. Bangunan yang terbakar memiliki luas 12x9 meter dengan total kerugian materil mencapai sekitar Rp. 400 juta.
"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Bagi para kamar santri terbakar terpaksa tidur satu kasus di bagian bawah lantai 1 yang tidak terbakar. Jika tidak muat maka santri lain rata-rata pria akan tidur di pelataran masjid ponpes dengan alas seadanya," tuturnya.
Baca juga : Tolak Pembongkaran, Puluhan Pedagang Pasar Kemiri Muka Pasang Pagar Betis
Terpisah Kapolsek Bojongsari Kompol Yogi Maulana mengatakan peristiwa kebakaran menghanguskan bangunan Ponpes Aribatul Muhtasor tidak sampai menimbulkan korban. "Anggota sudah lakukan pengecekan di tkp, dugaan api berasal dari konsleting listrik berasal dari kamar santri di lantai 2," ucapnya.
Kompol Yogi menambahkan saksi-saksi termasuk pengasuh ponpes sudah dimintai keterangan. "Api dapat dipadamkan sekitar sejam kemudian dibantu lima mobil damkar asal Cipayung 2 unit dan Bojongsari ada 3 unit dibantu ada 15 personil," tutupnya. HEN