Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Ajak Masyarakat Cegah DBD, Begini Tipsnya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi saat berada di ruang kerjanya di Kabupaten Subang, Jumat (17/06/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Jumat, 17 Juni 2022, 22:12 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, perlu peran masyarakat mencegah virus dengue dibawa nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, DBD berkembang biak pertama jika banyak tempat-tempat menampung air. Tempat itu, jadi tempat bertelurnya nyamuk Aedes aegypti. 

"Kalau tempat penampungan terisi air hujan, lalu kemarau, hujan lagi, tapi airnya tidak tumpah di situlah nyamuk bertelur," ucap dr Maxi saat berada di ruang kerjanya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Jumat (17/6/2022).

Baca juga : Dinas Kesehatan Memastikan Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Kabupaten Subang

Untuk itu, kata dr Maxi, perlu penanganan DBD dengan 3M Plus. Pertama menutup tempat penyimpanan air, kedua menguras tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang tempat penyimpanan air.

"Menguras tempat penyimpanan air satu minggu sekali karena nyamuk itu akan berkembang biak dengan bertelur setiap sekitar 12 sampai 14 hari," ucap dr Maxi.

Setelah waktu itu, lanjutnya, telur nyamuk menetas. Makanya, perlu rutin satu minggu sekali air di tempat penyimpanan dibuang semuanya, jangan sampai ada air yang menggenang di tempat tersebut.

Baca juga : DLH Kabupaten Subang Kerja Keras Ubah Paradigma Masyarakat tentang Sampah

"Nah plusnya, untuk yang usia bayi pakailah kelambu. Kemudian usia anak sekolah ya pakaikanlah kaos kaki yang sampai lutut dan pakai celana atau pakaian yang menutup sampai ke bawah," ucapnya.

Kata dr Maxi, anak-anak sekolah pakai celana panjang untuk yang laki-lakinya penting karena nyamuk Aedes aegypti beredarnya saat jam 08.00 hingga 15.00 atau saat anak-anak sedang sekolah.

"Langkah 3M plus lebih efektif dibandingkan fogging. Fogging tidak efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa, tapi nyamuk yang bertelur termasuk telurnya itu tidak mati," ucap dr Maxi.

Baca juga : Satgas Saber Pungli Kabupaten Subang Awasi PPDB dan Rekrutmen Buruh Pabrik

Selain itu, lanjutnya, fogging juga tidak baik untuk kesehatan manusia dan lingkungan karena insektisida. "Kalau asap foggingnya terhirup bisa kena penyakit paru-paru, serta hewan pun bisa mati," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal