Januari Hingga Juni, Dinkes Subang Catat 80 Kasus DBD dengan Kematian 4 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi saat berada di ruang kerjanya di Kabupaten Subang, Jumat (17/06/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Jumat, 17 Juni 2022, 20:12 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari Januari hingga Juni 2022 atau enam bulan, sebanyak 80 kasus dengan kematian mencapai empat orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi menjelaskan, seseorang yang normal jumlah trombosit dalam tubuh 150.000–450.000 sel per mikroliter darah.

Saat seseorang mengalami DBD, kata dr Maxi, menurut WHO, jumlah trombosit akan mengalami penurunan, bahkan kurang dari 100.000 sel per mikroliter darah.

Baca juga : Besok, Polres Subang Gelar Gebyar Vaksinasi dengan Target 1.000 Orang

"Kalau jumlah trombosit di bawah 150.000, tapi masih di atas 100.000 sel per mikroliter darah bukan DBD, tapi Demam Dengue," ujar dr Maxi di kantornya, Jumat (17/6/2022).

Selain itu, lanjut dr Maxi, seseorang kena DBD, hematokrit naik 20 persen atau berarti ada 20 mililiter sel darah merah dalam 100 mililiter darah. "Jadi bila hematokrit tidak naik, maka bukan DBD, tapi DD," ujarnya.

Maka dari itu, kata dr Maxi, dinasnya melakukan verifikasi terhadap pasien yang diduga terkena DBD dengan melihat trombosit dan hematokrit.

Baca juga : Bahaya Bagi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Subang Ingatkan Perusahaan Limbah B3 Jangan Langgar Prosedur

"Yang tidak sesuai ketentuan WHO, maka dicoret sebagai penderita DBD. Makanya, sampai Juni ini hanya 80 kasus DBD atau menurun dari tahun sebelumnya," ucapnya.

Kata dr Maxi, dari data, tahun 2021 jumlah kasus DBD sebanyak 241 kasus atau sekitar 120 kasus per enam bulan. Artinya, kasus enam bulan di tahun ini dibandingkan tahun lalu kasus DBD menurun sekitar 30 persen.

"Mudah-mudahan tidak ada peningkatan pada tahun ini kasus DBD tidak melebihi tahun lalu. Sekarang ini hanya kejadian biasa saja, tidak kejadian luar biasa karena tahun kemarin sudah 241 kasus," ujarnya.

Baca juga : Lahan Negara di Pancoran Buntu Bak Sarang Penyamun, Ada Oknum Dirikan Kafe Dangdut

Malahan, kata dr Maxi, Kabupaten Subang pernah rekor kasus DBD mencapai 1.200 kasus pada tahun 2014 silam. "Jadi kalau satu tahun 241 kasus, ya sudah biasa, karena pernah rekor," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal