LampuHijau.co.id - Pemudik dari arah Terbanggi Besar, Lampung, tujuan Palembang, sudah bisa menggunakan tol fungsional Trans Sumatera sepanjang 360 kilometer. Kepolisian mengimbau agar pemudik tidak berhenti di kawasan Sodong dan Mesuji, perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan.
"Jangan beristirahat di sembarang tempat, utamanya di daerah Sodong dan Mesuji," kata Direktur Lalulintas Polda Sumatera Selatan Dwi Asmoro di Palembang, Rabu (29/5/2019).
Selama ini Sodong dan Mesuji memang dikenal sebagai daerah rawan aksi perampokan, begal, dan lainnya. Demi kenyamanan, pengelola jalan tol dan pihak terkait sudah menyiapkan rest area di KM 288 dan Jejawi, di Ogan Komering Ilir.
Polisi memperkirakan puncak arus mudik dari arah Lampung akan terjadi pada Sabtu dan Minggu (1 dan 2 Juni). Dwi memperkirkaan pada saat itu tol Trans Sumatera akan dilintasi sekitar 5.000 kendaraan. Dan dari jumlah tersebut, sebanyak 2.500 kendaraan akan keluar di Gerbang Tol Kayuagung.
Baca juga : Haruka Nakagawa Nggak Kapok Dipermalukan di Depan Umum
'Di sana tersedia dua gerbang keluar, masing-masing di Jakabaring dan Perdu," ujarnya seperti dilansir tempo.
Sementara, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara memastikan akan menjaga jalan lintas mudik dari ancaman tindak kriminal. Setidaknya 30 personiel penembak jitu atau sniper dari Brimob mulai disebar ke berbagai titik hingga arus balik nanti. Hal itu disampaikan Zulkarnain usai memimpin gelar pasukan operasi ketupat musi, Selasa (28/5) kemarin.
Menurut Zulkarnain, para personel akan menempati 9 pos dan tempat-tempat rawan kriminal lainnya. Kawasan yang dijaga antara lain di sepanjang lintas timur mulai dari Mesuji Lampung, Kayu Agung, Palembang, Pangkalan Balai, Bayung lencir hingga ke daerah perbatasan dengan Provinsi Jambi.
Sedangkan, personil lainnya akan berjaga di titik rawan lintas tengah, mulai dari Perbatasan Lampung dan Ogan Komering Ulu hingga ke Lahat. Lalu ada juga di Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Rawas Utara hingga ke arah perbatasan dengan provinsi Jambi.
Baca juga : Jelang 22 Mei, Kepolisian Siapkan Empat Lapis Pengamanan di KPU
Untuk membantu dan memudahkan masyarakat, kepolisian dan instansi terkait juga mendirikan 39 pos keamanan dan pos terpadu. Pos ini tersebar di Sumsel.
Sementara, bus antar lintas Sumatera memasang teralis besi di kaca depan bus mungkin terkesan agak aneh. Tapi, teralis yang dipasang di kaca depan bus lintas Sumatera ini punya alasan kuat. Keamanan selama perjalanan merupakan alasan utamanya. Hal ini diungkapkan salah satu pengemudi bus antar lintas Sumatera (ALS).
"Teralis ini berfungsi untuk keamanan di jalan, apalagi jalur lintas Sumatera terkenal begalnya," ujar pengemudi bus tersebut.
Teralis besi yang menyerupai jaring-jaring itu berfungsi untuk menangkis lemparan batu. Baik batu yang terlempar dari ban kendaraan lain hingga begal yang sengaja melemparkan batu tersebut.
Baca juga : Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS dan Kemendagri Kembangkan Data Penduduk
"Sepengetahuan saya, sebagian besar begal di Sumatera pasti melempar batu ke kaca depan. kaca depan retak dan pengelihatan pengemudi terganggu, jadi mau enggak mau bus harus berhenti, nah di situ mereka baru beraksi," tambahnya.
Dengan adanya teralis yang berbentuk jaring-jaring besi ini, batu yang dilemparkan tidak mengenai kaca terlebih dahulu. (DIR)