LampuHijau.co.id - Madrasah Pemikiran Bung Karno sesi perdana menghadirkan narasumber Niko Rinaldo Founder Rumah Perubahan Pantura dan Teguh Deni Aljabar Pegiat Literasi yang juga penulis buku "Spirit Nasionalisme dan Pemikiran Pendiri Bangsa Indonesia" di Museum Wisma Karya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu (05/06/2022).
Kegiatan dihadiri 50 orang terdiri dari Forum OSIS, Mahasiswa, Pemuda Batak Bersatu, Karangtaruna Malandang, Jaringan Pemuda Karawang dan Purwakarta.
Menurut Niko Rinaldo, penting generasi z dan milenial mewarisi pemikiran Bung Karno dan pendiri Bangsa lainnya, sehingga bangsa ini tidak kehilangan arah, akar sejarah itu untuk menegaskan perjalanan panjang lahirnya republik ini.
Baca juga : Memilih Pemimpin, Puan: Dukung Yang Cinta Indonesia dan Mau Bergotong Royong
"Pemikiran-pemikiran Bung Karno dengan kemajuan teknologi komunikasi saat ini, tentunnya sangat mudah diakses, tapi bukan hanya untuk diingat, dan dihapalkan, bagimana spirit nasionalisme tersebut bisa diimplementasikan dalam kondisi kekinian," ucap pria yang menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, ini.
Kader Taruna Merah Putih (TMP) Jawa Barat tersebut pun mengajak pemuda Subang untuk bersatu, hal ini penting sebagai modal awal untuk berkontribusi demi kemajuan Kabupaten Subang.
"Kita juga patut bersyukur, hari ini kita berkegiatan bisa menikmati fasilitas pemerintah, museum wisma karya yang belum lama direnovasi," ucap lulusan Magister Ilmu Komunikasi, tersebut.
Baca juga : Berkah Puasa Selamatkan Bung Karno dari Upaya Pembunuhan
Maka dari itu, Niko mengajak generasi muda Subang jangan jadi generasi pesimis, yang gampang menyalahkan, dan generasi ceremonial, tapi generasi yang memulai kepeloporan, dan kolaborasi.
"Karena Pancasila bisa hadir karena keteladanan dari setiap kita yang mau memulai dari hal-hal sederhana, kecil tapi bermanfaat. Jangan bilang pemerintah begini, begitu, tapi yang sudah ada kita tidak bisa optimalkan," pungkas Niko.
Sementara itu, Inisiator Madrasah Pemikiran Bung Karno Anja Hawari Fasya mengapresiasi Kang Niko dan Kang Teguh yang telah berkenan menjadi pembicara perdana. Sebab, kegiatan ini rencanannya akan dilaksanakan secara reguler.
"Saya bersyukur bisa mengawali di moment yang sangat penting, di Bulan Juni, Bulan Bung Karno, di mana Hari Lahir Pancasila, Bung Karno Lahir dan Bung Karno wafat. Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," ujarnya. (MGN)