LampuHijau.co.id - Tak disangka biaya haji membengkak signifikan hingga Rp 1,5 triliun. Padahal kurang dari seminggu lagi kloter pertama jemaah haji asal Indonesia bakal berangkat ke Tanah Suci.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq mengatakan, melonjaknya biaya haji ini bukan karena salah perhitungan, namun lantaran kebijakan baru pemerintah Arab Saudi yang tiba-tiba menaikkan harga paket layanan di masyair baik Arafah, Muzdalifah, maupun Mina.
Baca juga : Buya Syafii Wafat, Puan: Indonesia Kehilangan Sosok Guru Bangsa
"Kondisi ini bak buah simalakama. Satu sisi menjadi gunjingan publik, sementara sisi lain keberangkatan jemaah haji wajib dilaksanakan sesuai dengan jadwal," ucap Maman dalam rilisnya, Rabu (01/06/2022).
Menghadapi sengkarut ini, lanjut Kiai Maman, komitmen PKB tentunya tegas yakni pertama menyelamatkan keberangkatan haji, dan yang kedua adalah menyelamatkan dana jemaah haji.
Baca juga : Pelayanan Mudik 2022, Puan: DPR RI Apresiasi Kerja Pemerintah-TNI Polri
Oleh sebab itu, untuk menyelesaikan kebuntuan itu, Fraksi PKB DPR RI menyetujui penambahan anggaran yang diambil dari dana efisiensi penyelenggaraan haji sebesar Rp 740 miliar sementara sisanya diambil dari nilai manfaat dana haji.
"Tentu dengan syarat, ke depan tidak boleh terjadi lagi hal yang seperti ini. Kita perlu mengantisipasi kejadian serupa dengan mampu menganalisa nalar kebijakan Arab Saudi," ujarnya.
Baca juga : Hari Raya Waisak, Puan Ajak Umat Budha Tanah Air Tebar Kebaikan dan Jaga Kerukunan
Perlu diketahui, tidak hanya Indonesia saja yang terdampak kebijakan Arab Saudi ini. Namun seluruh dunia terkejut dengan kebijakan yang baru diterapkan pada musim haji tahun 2022.
"Bismillah, atas dukungan Komisi VIII DPR RI, insya Allah seluruh rangkaian haji jemaah asal Indonesia bakal terlaksana sesuai dengan jadwal. Saya berdoa semoga semua rangkaian ibadah di Tanah Suci yang dilaksanakan menghasilkan haji yang mabrur," pungkasnya. (MGN)