Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pelaku UMKM Yogyakarta Gunakan Cara Offline dan Online untuk Memasarkan Produk

Senin, 30 Mei 2022, 07:39 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ketua BPD Asephi Yogyakarta Emirita LN Pratiwi menyambut baik kebijakan pemerintah dengan adanya pelonggaran protokol kesehatan. Wanita yang akrab disapa Tiwi itu menilai dengan adanya kebijakan tersebut, menjadi bukti bahwa pemerintah Indonesia telah mendukung sektor UMKM.

Menurut Tiwi, sejak pemerintah telah membuka sejumlah sektor industri, para pelaku UKM/UMKM mulai merasakan adanya perubahan menuju perbaikan ekonomi, dimana roda aktivitasnya bisa kembali berjalan. 

“Kalau saya lihat dua bulan belakangan, April ke Maret, itu sudah terjadi pelonggaran (prokes) di masyarakat. Masyarakat sudah cukup percaya diri untuk bisa beraktivitas diluar, seperti bekerja, bersosialisasi. Kalau masker sepertinya sudah menjadi kebiasaan baru masyarakat walau pun pemerintah sekarang sudah membolehkan melepas masker. Kenyataannya masyarakat masih banyak yang pakai masker. Itu karena mereka lebih nyaman menggunakan masker.’ Kata Tiwi di Yogyakarta, Sabtu, 28 Mei.

Baca juga : Tingkatkan Gairah Ekonomi, Aspemi Gelar Vaksinasi untuk Pedagang dan Masyarakat Umum

Sejak awal tahun, pemerintah juga telah membuka sejumlah sector untuk kembali beraktivitas, meski tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut disambut baik oleh Asephi Yogyakarta. Terbukti, pada saat berlangsung pameran, banyak pengunjung yang begitu antusias datang.

“Customer, masyarakat Jakarta dan sekitarnya, mungkin juga rindu untuk bertemu, berbelanja mengunjungi pameran offline. Memang, melalui online ada produk-produk yang menemukan market baru. Tapi untuk produk-produk kami, customer dan kreatif maker tetap harus bertemu. Saling bertemu, memegang dan merasakan produk. Itulah yang kami syukuri pada bulan Maret bisa menyelenggarakan pameran Inacraf.” terang Tiwi.

Perempuan yang akrab disapa Tiwi itu mengatakan para pelaku UMKM di Yogya memiliki semangat yang tinggi. Dengan adanya pelonggaran terhadap protokol kesehatan, masyarakat pelaku UMKM kini sudah bisa memasarkan produk-produknya di berbagai sentra UMKM.

Baca juga : Tingkatkan SDM, DKI Terus Gelar Pelatihan Berkolaborasi dengan Perusahaan

“Dari sector craft, kuliner, makanan yang dititipi ke toko-toko retail maupun yang punya warung atau café, sama kondisinya. Semua bersemangat. Kemudian disambut dengan kebijaksanaan dari pemerintah boleh melepas masker. Seperti tanda, kita bersemangat dan pemerintah mendorong. Jadi menurut saya itu seperti kerja bersama bahwa seluruh Indonesia itu sudah siap untuk bergerak.” papar Tiwi.

Menurut Tiwi, ada hikmah dibalik Covid-19, seperti pemahaman dan penerapan terhadap dunia digital. Para pelaku UKM/UMKM sejak pandemi, seolah dipaksa terjun ke dunia digital. Dan hasilnya, mereka menemukan market-market baru. 

Kata Tiwi, kini pelaku UMKM Yogya menggunakan cara konvesional dan digital melalui aplikasi Si Bakul Yogyakarta, untuk memasarkan produknya. 

Baca juga : Kakanwilkumham Jakarta akan Awasi Ketat dan Bentuk Intelejen Lapas

Tiwi berharap pemerintah bisa mendampingi dan membantu para pelaku UKM yang sempat jatuh akibat pandemi Covid-19.

“Mendampingi para pelaku UKM, membantu dalam segi modal dan promosi. Karena promosi tidak murah walau pun memasarkannya melalui online. Kan kita tidak hanya buka toko online atau marketplace lalu memajang produk begitu saja. Harus ada action dimana itu membutuhkan biaya dan effort. Ada hal-hal yang memang pemerintah harus intervensi kepada pelaku UKM untuk membantu promosi dan permodalan.” harap Tiwi.
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal