Semoga Bukan Pertanda Buruk

Insiden Pena Macet di Pelantikan Pejabat Tangsel

Foto: DMY
Kamis, 26 Mei 2022, 11:03 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ada sedikit ketegangan saat proses pelantikan puluhan pejabat di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (25/5) malam. Bukan karena pejabat yang dilantik nervous.

Ketegangan itu lantaran Wali Kota Benyamin Davnie terlihat emosi saat hendak menandatangani berkas berita acara sumpah jabatan. “Protokol mana, protokol mana? Kamu ngecek pulpen aja,” kata Benyamin sambil melempar pulpen ke arah protokol. di sebelah kanannya.

Baca juga : Mitra10 Buka Gerai Baru ke-44 di Cibinong Bogor, Pelanggan Bisa Belanja Via Medsos

Kekesalan Benyamin, dipicu akibat pena di atas meja yang hendak digunakannya macet. Sebelum menandatangani berkas itu, Benyamin yang didampingi Asisten Daerah (Asda) Taryono dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Fuad sempat terlihat mengamati dari dekat berkas tersebut.

Kepala BKPP yang ikut menandatangani berkas, terlihat mengganti pena dengan pena yang dipegang Benyamin. Orang nomor satu di Tangsel itu lantas melempar pena ke arah pegawainya yang berdiri di sebelah kanan. Kejadian itu disaksikan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ikhsan dan Sekretariat Daerah (Sekda) Bambang Noertjahyo.

Baca juga : Akhiri Polemik, Kemendagri Diminta Terbitkan Aturan Teknis Pelantikan Penjabat Kepala Daerah

Dalam amanatnya, Benyamin meminta seluruh jajaran yang dilantik benar-benar menjadi pelayan masyarakat. Menurut dia, profesi sebagai seorang birokrat terikat janji dengan pelayanan yang baik. “Kita semua yang memilih profesi sebagai birokrat, terikat pada tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ucapnya.

Dia juga menekankan tentang makna reformasi birokrasi yang menuntut profesionalitas bagi setiap Pegawai Negeri Sipil. Jika sebelumnya menggunakan pendekatan struktur dan hierarki, maka saat ini lebih terfokus pada fungsi, kompetensi dan spesialisasi.

Baca juga : Blusukan ke Peternakan, Munjirin Pastikan Sapi Potong di Jaksel Bebas PMK

“Birokrasi harus mampu bertransformasi menjadi sebuah institusi yang profesional, yang diisi oleh personel-personel yang kompeten dan capable. Salah satu poin transformasi atau reformasi birokrasi ini adalah penyesuaian karakter birokrasi itu sendiri,” tegasnya.

Semoga saja kejadian pena macet ini bukan pertanda tak baik. Mari kita doakan agar puluhan pejabat yang dilantik tersebut dapat bekerja dengan maksimal, profesional dan handal. Tidak seperti pena yang macet itu. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal