LampuHijau.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar Rapat Raripurna dengan agenda pembukaan masa sidang kedua Tahun 2022 dan pembentukan pergantian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD. Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Kota Depok HTM Yusufsyah Putra, didampingi Wakil Ketua Hendrik Tangke Allo dan H.Tajudin Tabri, serta dihadiri Wali Kota Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono, secara tatap muka dan virtual, Selasa (10/5/2022).
Dalam pembentukan pergantian AKD Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Rezky M Noor kembali terpilih menjadi Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Depok. Dia terpilih lewat mekanisme voting.
Baca juga : Reklame Ambruk, Tiban 4 Kios Milik Wakil Ketua DPRD Depok
Adapun susunan BKD DPRD Kota Depok periode 2022-2024, antara lain, Ketua Rezky M. Noor (Fraksi Gerindra), Wakil Ketua Qonita Luthfiyah (Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunan). Serta anggota, Igun Sumarno (Fraksi PAN), Frans Samosir (Fraksi PDI Perjuangan), dan Supriatni (Fraksi Golkar).
Rezky M Noor mengatakan, di era kepemimpinannya, ia akan bersikap tegas tapi tetap bersahabat. Sebab, sebagai anggota dewan juga memiliki kesibukkan di luar kantor. Misalnya, menjaga konstituennya, berdialog secara langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi. Maka, dia akan berusaha fleksibel namun tetap mengedepankan aturan yang berlaku.
Baca juga : Pileg Tahun 2024, Golkar Targetkan Tiap Dapil Meraih Dua Kursi DPRD Subang
“Artinya, bisa membagi waktunya karena mereka juga yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Tapi tidak meninggalkan tugasnya sebagai dewan,” kata Mpok Kiki, sapaan akrab Rezky N Noor.
Sebagai ketua, dia juga akan berlaku sebagai seorang sahabat. Artinya, jika ada anggota dewan yang ingin berkeluh kesah, dia siap menjadi pendengar. “Bisa jadi sahabat, bisa jadi ketua, ada porsinya. Tentu di sini (Pemilihan Pimpinan dan Anggota BKD) tidak ada yang ditinggalkan dan meninggalkan,” ujarnya.
Baca juga : Kabur Pas Mau Diciduk, Maling Motor Milik Ketua Komisi A DPRD Depok Ditembak
Dalam melakukan peneguran, jika anggota dewan bolos, Mpok Kiki akan melakukan tahapan-tahapan sesuai prosedur. Mulai dari teguran lisan dan didiskusikan dengan dewan yang dimaksud.
“Jika tidak diindahkan baru tertulis. Sudah ada dalam aturannya, tinggal aplikasi di lapangan saja,” terangnya. Ia pun menginginkan agar DPRD Kota Depok, khususnya BKD sendiri ingin lebih baik, dengan menerima saran dan masukan dari berbagai pihak. Sehingga, muaranya kepada kinerja dewan lebih maksimal. “Mohon doanya agar kami dapat memaksimalkan kinerja di BKD,” pungkasnya. (ADV)