LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang memastikan sampai saat ini belum dapat laporan penyakit gangguan hati atau hepatitis akut misterius yang belum diketahui etiologinya.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, akhir April 2022 telah dilaporkan oleh World Health Organization (WHO) bahwa adanya penyakit yang mirip hepatitis.
Namun, lanjut dr Maxi, penyakit mirip dengan hepatitis ini masih belum diketahui penyebabnya karena pada saat diteliti tidak ditemukan adanya virus hepatitis baik A, B, C, D maupun E.
Baca juga : Dishub Kabupaten Subang Pasang 41 CCTV untuk Pantau Arus Lalu Lintas
Hanya saja, lanjut dr Maxi, kasus mirip hepatitis ini terjadi peningkatan Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) yang bisa mempengaruhi kesehatan hati manusia.
Padahal, lanjut pemilik Klinik Happy Healthy, tersebut, normalnya, SGOT dan SGPT antara 30 hingga 50. "Namun, kasus (penyakit hepatitis akut) bisa mencapai 500," ucap Kadinkes.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang ini menambahkan kasus hepatitis akut misterius ini menyerang anak-anak dari usia satu bulan hingga 16 tahun.
Baca juga : Dishub Kabupaten Subang Minta Pemdes Lapor Bila Ada PJU Mati
"Sampai saat ini belum mendapatkan laporan kasus hepatitis misterius tersebut. Meski demikian, kita tetap waspada, dan terus menerapkan pola hidup sehat," ucap dr Maxi.
Sebab, lanjut dr Maxi, hepatitis dapat menimbulkan kematian. "Jalur infeksinya kalau Covid-19 melalui udara, sedangkan hepatitis itu melalui saluran pencernaan," ujar dr Maxi.
Untuk yang mengidap hepatitis, kata dr Maxi, gejalanya air seni berwarna gelap, buang air besar (BAB) pucat, mata dan kulit menguning. "Sehingga mengalami gangguan pencernaan," pungkas dr Maxi. (MGN)