Pemprov Jabar Diminta Optimalkan Pengoperasian Bandara Kertajati

Minggu, 8 Mei 2022, 08:59 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat kembali menjadi sorotan setelah muncul komentar dari pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo dalam talkshow di channel YouTube Akbar Faizal.

Bandara yang beroperasi sejak tahun 2018 itu masih sepi peminat. Bahkan, saking sepinya, Bandara Kertajati selaku pengelola malah sempat membuka bisnis foto pre wedding di sekitar fasilitas bandara. Menurut Agus Pambagyo, pengelolaan Bandara Kertajati saat ini tidak menguntungkan karena tidak bisa menutup biaya operasional yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar sampai Rp6 miliar per bulan.

Baca juga : Kapolda Jawa Barat Cek Kesiapan Pengamanan Arus Balik Lebaran

Sempat dibuka penerbangan penumpang komersial dari Bandara Kertajati ke berbagai daerah bahkan luar negeri oleh maskapai Citilink, Lion Air, Air Asia, dan Malaysia Airlines, namun saat ini sudah tidak beroperasi. Hanya penerbangan kargo yang mulai beroperasi pada Desember 2021 lalu oleh Asia Cargo, Trigana Air, dan Avia Cargo.

Menanggapi sepinya Bandara Kertajati, pakar investasi Erman Sumirat menilai kunci utama untuk menghidupkan Bandara Kertajati ada di pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Walaupun Bandara Kertajati masuk ke dalam program strategis nasional (PSN), Pemprov Jabar adalah pemegang saham terbesar Bandara Kertajati.

Baca juga : Peradi Kota Depok Pingin Penjarakan Hotman Paris Hutapea

Kepemilikan Bandara Kertajati saat ini dikuasai Pemprov Jabar dengan nilai saham sebesar 81,12 persen, Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (1,5 persen), PT Jasa Sarana (0,63 persen). Sedangkan BUMN yang handal dan berpengalaman seperti Angkasa Pura II mempunyai saham 16,75 persen.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) saat ini seharusnya sudah bisa mengoptimalkan operasional Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat dengan mempercepat normalisasi dan pembenahan bisnis kawasan bandara," ujar akademisi dari ITB dan UNPAD tersebut di Jakarta, Sabtu 7 Mei 2022.

Baca juga : Puan, Sarinah, dan Perjuangan Kartini Masa Kini

"Kendala trafik sudah teratasi dengan dibukanya akses Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan). Dampak pandemi Covid-19 selama 2 tahun juga sudah mulai berkurang seiring dengan melandainya jumlah kasus dan penularan. Pemulihan ekonomi di kawasan sekitar bandara pun mulai meningkat dengan mobilitas masyarakat yang mulai aktif kembali,” sambungnya.(FrK)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal