TP2D Bakal Kasih Resep Jitu Supaya Pembangunan Subang Berjalan Cepat

Ketua TP2D Kabupaten Subang Gugyh Susandy bersama Wakil Ketua TP2D Kabupaten Subang Asep Rochman Dimyati (ARD) di salah satu hotel di Kabupaten Subang, Kamis (24/3/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Kamis, 24 Maret 2022, 19:35 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Subang akan beri saran, masukan, mengawal dan mengawasi pembangunan, supaya berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Menurut Ketua TP2D Kabupaten Subang Gugyh Susandy, jika program berjalan normal, tidak perlu ada tim percepatan. Dibentuk TP2D, berarti pembangunan tak normal, sehingga perlu percepatan.

"Kemandekan ini tidak lepas karena dampak pandemi atau kemampuan penyelenggara pemerintah," ucap Gugyh, di salah satu hotel di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (24/03/2022).

Maka, lanjutnya, TP2D Kabupaten Subang tugasnya bersuara, mendorong dan mendukung yang menjadi pemikiran dan buah karya kepala daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca juga : Dugaan Kasus Jaksa Peras Pengusaha, Pengamat Desak Kejati NTT Dicopot

"Tugas kita menguraikan (hambatan - hambatan) dengan waktu yang sangat singkat. Mudah-mudahan menjadi penajaman dan koreksi perbaikan - perbaikan," ucap Gugyh.

Nantinya, lanjut Gugyh, kembali kepada Bupati Subang Ruhimat selaku usernya dalam menindaklanjuti saran-saran dan rekomendasi dari TP2D. "Kita akan tegak lurus menjalankan fungsi TP2D," ujarnya.

Kata Gugyh, TP2D akan batasi masalah yang ditangani, karena diberikan waktu satu tahun dengan opsi perpanjangan. Masalahnya dibatasi pada infrastruktur dasar, layanan dasar, investasi, prodak unggulan daerah, BUMD dan PAD.

Sementara itu, Wakil Ketua TP2D Kabupaten Subang Asep Rochman Dimyati (ARD) menambahkan TP2D dibentuk karena adanya kemandekan di beberapa lini masalah pembangunan.

Baca juga : Tokoh Masyarakat Desa Rancajaya Dukung Polres Subang Tindak Tegas Berandalan Bermotor

"Macetnya di mana, kita lagi mencari tahu. Ibaratnya, kita ini dokter yang siap membuat resep. Si pasien harus jujur sakitnya apa, kalau pengen sehat. Jadi OPD harus tahu sakitnya," ucapnya.

Kata ARD, dengan jujur sakitnya di mana, nanti dikasih resepnya tepat, jadi jelas beri obatnya. "Kalau pasiennya tidak jujur sakitnya, kita repot. TP2D hanya mengawal dan mengawasi, karena anggarannya sudah berjalan," ucapnya.

Maka, lanjut ARD, TP2D akan mengawal yang memperlambat dalam proses pembangunan yang akan dilakukan OPD, nanti diperbaiki sistemnya. "Penyakitnya apa, nanti kita akan perbaiki," ujar ARD.

Sementara itu, Bupati Subang Ruhimat menyampaikan bahwa dalam konteks percepatan pembangunan, dirinya telah menetapkan keputusan bupati tentang TP2D Kabupaten Subang.

Baca juga : Anggota DPRD Depok Qonita Resmikan Pembangunan Paving Block Kelompok Pertanian di BSI

Tim tersebut nantinya akan memberikan pertimbangan, saran dan masukan terkait strategi dan kebijakan dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Subang.

"Mudah mudahan, meskipun hanya dua tahun, mudah mudahan bisa sangat efektif dalam percepatan pembangunan," ucap Ruhimat.

Kang Jimat, sapaan akrabnya, berharap seluruh perangkat daerah, kecamatan dan desa dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mencapai satu tujuan yaitu percepatan mewujudkan Subang Jawara. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal